Hadapi Krisis Daging, China Siap Ternakkan Babi Jumbo Seukuran Beruang Kutub

Saat dipotong, para petani dapat menjual babi itu senilai CNY 10.000 atau setara US$ 1.399, rata-rata

Hadapi Krisis Daging, China Siap Ternakkan Babi Jumbo Seukuran Beruang Kutub
KIN CHEUNG/ASSOCIATED PRESS
Daging babi diperjualbelikan di Kota Hongkong. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Krisis daging bagi di China membuat negara ini memutar otak demi menambah persedian daging, tak terkecuali mengembangkan seekor babi yang sangat besar bahkan seberat beruang kutub. Itu terjadi di sebuah peternakan jauh di wilayah selatan China.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (6/10), hewan seberat 500 kg atau 1.102 pon ini adalah bagian kawanan yang dikembangkan untuk menjadi babi raksasa.

Saat dipotong, para petani dapat menjual babi itu senilai CNY 10.000 atau setara US$ 1.399, lebih dari tiga kali lipat dari pendapatan bulanan rata-rata

Baca: Jelang Pelantikan Presiden, Ini Gambaran Kabinet Jokowi 2019-2024, Ada yang Terpental dan Bertahan

di Nanning, ibukota provinsi Guangxi, yang merupakan tempat peternak babi Pang Cong mengembangkan babi raksasa tersebut.

Pengembangan babi milik Pang mungkin menjadi contoh ekstrem bagaimana para peternak mencari solusi atas masalah krisis daging di China.

Baca: Enggan Salami Surya Paloh di Gedung DPR, Mega Makin Akrab dengan SBY di HUT TNI

Alhasil, ide Pang juga ditiru dan menyebar hingga ke seluruh negeri, yaitu rumah bagi konsumen daging yang paling rakus di dunia.

Terlebih, harga daging babi tertinggi di provinsi timur laut kota Jilin, yang mendorong para peternak untuk memelihara babi yang mencapai berat rata-rata 175 kg hingga 200 kg, atau lebih besar dari berat normal 125 kg.

Baca: Harta Karun Emas yang Muncul di Lokasi Kebakaran Hutan Sumsel Kini Jadi Buruan Warga

Mereka ingin membesarkan babi tersebut sebesar mungkin kata, kata Zhao Hailin, seorang peternak babi di wilayah tersebut.

Tren ini tidak terbatas pada peternakan kecil juga. Produsen protein utama di Cina, termasuk Wens Foodstuffs Group Co, peternak babi terkemuka di negara itu, Cofco Meat Holdings Ltd. dan Beijing Dabeinong Technology Group Co mengatakan mereka berusaha meningkatkan berat rata-rata babi mereka.

Baca: Barbie Kumalasari Ngelantur Terbang ke AS Hanya 8 Jam, Mantan Suami Mengaku Malu. . .

Peternakan besar ini fokus pada peningkatan bobot setidaknya 14%, kata Lin Guofa, analis senior di perusahaan konsultan Bric Agriculture Group.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved