20 Barista Jalani Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI dari Kemenperin

Direktorat Jenderal IKMA menggelar berbagai program dalam rangka pengembangan kompetensi dan sertifikasi SDM IKM Kopi.

20 Barista Jalani Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI dari Kemenperin
HANDOUT
Sebanyak 20 barista dari berbagai kota menjalani program bimbingan dan sertifikasi SKKNI untuk barista yang diselenggarakan Ditjen IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furnitur serta Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian. Program dua hari ini diselenggarakan di Esperto Barista Course, Jakarta, selama dua hari, pada 9 dan 10 Oktober 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ditjen IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furnitur serta Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian menggelar program bimbingan dan sertifikasi SKKNI untuk barista. Program ini digelar di Esperto Barista Course, Jakarta, selama dua hari, pada 9 dan 10 Oktober 2019.

Kepala Subdit IKM Minuman dan Bahan Penyegar Ditjen IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furnitur Kemenperin, Endang Purweni, S.Sos., M.Si mengatakan, pada hari pertama program, peserta akan mendapatkan sesi bimbingan dan pelatihan singkat pra-asesmen.

Kemudian pada hari kedua dilanjutkan dengan sesi uji kompetensi.

"Kegiatan ini diikuti 20 peserta yang mayoritas berasal dari industri kecil dan menengah (IKM) kopi dari berbagai daerah seperti Palembang, Pagar Alam, Bandar Lampung, Jabodetabek, Sumedang, Garut, Cirebon, Temanggung, Kudus, Bantul, dan Banyuwangi," kata Endang Purweni dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Rabu (9/10/2019).  

Dia berharap, melalui kegiatan, selain dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta, peserta program juga dapat melahirkan barista yang kompeten dan tersertifikasi.

Baca: Soal Revisi UU KPK, Pengamat: Jokowi Ngikuti Maunya Parpol atau Maunya Rakyat?

Endang menjelaskan, sepanjang 2019 ini Direktorat Jenderal IKMA melalui Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur memang menggelar berbagai program dalam rangka pengembangan kompetensi dan sertifikasi SDM IKM Kopi.

Antara lain Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI Barista, Bimbingan Teknis Roasting dan Blending dan Bimbingan Teknis Uji Cita Rasa Kopi.

Baca: Cerita Aksi Heroik Sopir Truk Colt Diesel Kejar dan Tabrak Mobil Perampok Hingga Hantam GT Balaraja

Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pelatihan yang kompeten.

Untuk kerjasama dengan Esperto Barista Course dan LSP Barista Indonesia untuk penyelenggaraan Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI Barista kali ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan setelah sebelumnya dijalankan di tahun 2017 dan 2018.

Dia menilai, sebagai negara beriklim tropis, Indonesia merupakan lokasi yang cocok untuk budidaya kopi karena Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Selain memiliki jumlah produksi yang cukup besar, Indonesia dikaruniai berbagai jenis kopi dengan cita rasa khasnya masing-masing.

Hal tersebut menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri. Karena itu, pembudidayaan dan pengelolaan terutama specialty coffee Indonesia merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan.

Profesi barista sendiri dipandang memiliki peranan penting dalam rantai nilai industri kopi sebagai profesi akhir yang menyajikan kopi kepada konsumen. Barista diharapkan mengetahui seluk beluk kopi dan mengerti prosesnya dari awal.

Berbagai pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya diharapkan dapat menghasilkan cita rasa kopi terbaik sesuai dengan karakter biji kopi tersebut.

Selain itu, barista juga dapat berperan dalam memberikan informasi kepada pencinta kopi seputar kopi yang dinikmatinya, dan sebagai penghubung antara pecinta kopi dengan petani/penghasil kopi.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved