Investigator KPPU Temukan Grab Lakukan Diskriminasi, Ini Kata Hotman Paris

Investigator KPPU Dewi Sita menyebutkan terdapat diskriminasi antara mitra pengemudi Grab yang mengunakan kendaraan milik PT TPI dan non PT TPI.

Investigator KPPU Temukan Grab Lakukan Diskriminasi, Ini Kata Hotman Paris
NEW STRAITS TIMES
Ilustrasi - Taksi online Grab di Malaysia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan dalam perkara dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) (terlapor I) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) (terlapor II) terkait jasa angkutan sewa khusus.

Kuasa hukum terlapor I dan terlapor II Hotman Paris Hutapea mengklaim, tidak terdapat pelanggaran terkait jasa angkutan sewa khusus seperti yang disangkakan tersebut.

Ia bilang tidak ada perlakuan khusus mitra Grab baik yang mengoperasikan kendaraan yang disewa dari PT TPI maupun non PT TPI.

"Tidak ada diskriminasi kalau orang bebas memilih dan tidak terhambat melakukan bisnis," ucap Hotman setelah persidangan, Selasa (8/10).

Baca: Tunjuk Hotman Paris Jadi Pengacara, KPPU Nilai Makin Kuatkan Tuduhan Grab Lakukan Monopoli

Hotman menuduh, lima orang saksi yang diajukan oleh KPPU dalam perkara ini tidak dapat dipercaya.

Pasalnya, kelima saksi yang merupakan mitra Grab ini telah dilaporkan ke kepolisian karena tidak mengembalikan kendaraan milik PT TPI.

Selain itu, ia menilai perkara ini seharusnya diajukan dalam ranah perdata bukan dibawa ke KPPU.

Sebab, permasalahannya tidak berdampak pada perekonomian atau persaingan usaha secara luas.

Untuk itu, Hotman memohon kepada majelis komisi KPPU untuk mempertimbangkan beberapa hal. 

Menolak tuntutan

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved