Impor BBM Sentuh Rp300 T, Mobil Listrik Diharapkan Jadi Solusi

Indonesia kini harus mengalokasikan lebih dari Rp 300 triliun setiap tahun untuk mengimpor minyak mentah maupun minyak olahan.

Impor BBM Sentuh Rp300 T, Mobil Listrik Diharapkan Jadi Solusi
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM - Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo mengatakan, masalah impor bahan bakar minyak (BBM) bisa menjadi masalah yang akan membebani ekonomi Indonesia ke depan.

Menurutnya, dalam sepuluh tahun ke depan, ia berpotensi menjadi kerikil yang menghambat pertumbuhan ekonomi, mengingat besarnya biaya impor yang terus meningkat karena besarnya pertumbuhan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun.

Darmawan menjelaskan, Indonesia kini harus mengalokasikan lebih dari Rp 300 triliun setiap tahun untuk mengimpor minyak mentah maupun minyak olahan.

Sementara Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini kurang lebih Rp 14 ribu triliun atau sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat (USD).

"Apabila Indonesia mengimpor BBM sebesar Rp 140 triliun saja atau 1 persen dari PDB kita, itu bisa mengurangi satu persen pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau impornya sekitar Rp 320 triliun sampai Rp 340 triliun, pengurangannya terhadap pertumbuhan ekonomi sekitar 2,4 persen sampai 2,5 persen,” lanjut Darmawan pada seminar dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-74 (HLN ke-74) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, masalah impor BBM, baik minyak mentah maupun minyak olahan bisa diselesaikan melalui perubahan kebijakan. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan tidak akan terkunci pada kisaran 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan bisa naik menjadi sekitar 7,5 persen, paralel dengan terjaganya impor BBM dan berubahnya pola konsumsi BBM di masyarakat,” jelasnya.

Darmawan mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengantisipasi sekaligus menemukan jalan keluar dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Saat ini angka penjualan mobil nasional meningkat hingga mencapai 1,1 juta unit per tahun. Padahal selama ini, penjualan mobil nasional biasanya berada di angka 1 juta unit per tahun.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved