Jonan Kritik Pengalihan KA Jarak Jauh ke Manggarai, Ini Tanggapan Kemenhub

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat berkomentar bahwa pemindahan KA Jarak Jauh ke Manggarai tak tepat karena lalu lintas sekitar Manggarai akan padat

Jonan Kritik Pengalihan KA Jarak Jauh ke Manggarai, Ini Tanggapan Kemenhub
Tribunnews/JEPRIMA
Rangkaian KRL saat tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Supandi mengatakan pelayanan Kereta Api (KA) jarak jauh rencananya akan dipindah dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai, agar kapasitas pengguna KA semakin banyak. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah memindahkan layanan angkutan kereta api (KA) jarak jauh dari Stasiun Gambur ke Stasiun Manggarai mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat berkomentar bahwa pemindahan KA Jarak Jauh ke Manggarai tak tepat karena kondisi lalu lintas dinilai akan terlalu padat dengan adanya KA bandara dan KRL Commuter Line berkumpul di stasiun itu.

Menanggapi itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum berkomentar banyak "itu nanti ya," kata Budi usai diskusi bertajuk 'Transportasi Massal di Ibu Kota Baru' Seperti Apa?' di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Di lokasi yang sama, Kepala Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo menerima kritikan dari Jonan. Namun, dia memastikan pemerintah telah melakukan studi dan mendesain konsep pembangunan tersebut secara menyeluruh.

Baca: Kisah Asmara Istri Tentara Berujung Maut: Jayanti Dikenal Perempuan Ulet, Meski Jadi Korban KDRT

"Kalau pak Jonan kan bapak pembangunan KA di Indonesia. Beliau tau persis kondisi Gambir ini paling lengkap lah dibanding Manggarai dan sebagainya," kata Sugihardjo.

Dia mengatakan, salah satu tantangan dalam layanan perkeretaapian adalah terus meningkatnya penumpang KRL Commuter Line. Oleh sebab itu, perlu ada pemisahan antara Commuter Line dengan KA Jarak Jauh.

Baca: Dokter: Wiranto Kena 2 Luka Tusukan Dalam, Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto

"Penumpangnya saja sudah mencapai 1,2 juta (per hari), kalau mau tambah terus ini gak bisa. Karena jumlah penumpanh padat karena frekuensi keretanya terbatas, tak bisa ditambah karena sudah sangat rapat," ujar Sugihadjo.

"Yang ideal pemisahan itu bisa dilakukan dua hal: DDT (jalu dwi ganda) hingga Cikarang sudah selesai. Simpulnya didesain, Manggarai didesain untuk pisahkan jarak jauh dan KRL," lanjutnya.

Menurutnya, rencana membuat Stasiun Manggarai sebagai titik simpul berkumpulnya berbagai jenis KA sudah terpikirkan sejak zaman orde baru. Dia memastikan, pihaknya juga akan menata kawasan di sekitar Stasiun Manggarai guna mencegah kemacetan.

"Kalau dijadikan simpul harus lakukan penataan menyeluruh, ada penawataan kawasan stasiun," jelasnya.

Selain itu, dia memastikan stasiun Gambir akan tetap berfungsi seperti sebelumnya meski KA Jarak Jauh akan dipindah ke Manggarai secara bertahap.

"Gambir itu tetap berfungsi. Gambir tidak dipindahkan, seperti sebagaimana fungsinya. Hanya hubnya itu di Manggarai," tandasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved