Mamit Setiawan Sarankan Kenaikan Harga Gas Untuk Industri Dilakukan Bertahap

Kenaikan bertahap tersebut maka pengusaha tidak kaget dan secara faktor psikologisnya menjadi lebih enak dan memudahkan mereka untuk berhitung

Mamit Setiawan Sarankan Kenaikan Harga Gas Untuk Industri Dilakukan Bertahap
HO
Mamit Setiawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menilai  kenaikan harga gas untuk industri memang sudah seharusnya dilakukan.

Apalagi  untuk Jawa Timur sejak tahun 2012 tidak pernah mengalami kenaikan harga.

Mamit mengatakan, gas yang di supply untuk PT PGN Tbk harganya sudah mahal, rata-rata adalah sebesar US$ 7 - US$ 7.3 per MMBtu.

”Mahalnya harga gas hulu ditambah investasi yang dilakukan untuk pembangunan pipa transmisi dan pipa distribusi serta maintenance yang dilakukan sudah sepantasnya kenaikan ini diberlakukan. Apalagi untuk Jawa Timur, PT PGN Tbk  menjual ke industri sebesar US$ 7.6 - US$ 7.9 per MMBtu,” kata Mamit dalam keterangan persnya, Rabu (9/10/2019).

Mamit yang bersama sejumlah pengamat belum lama ini berkunjungan ke Offtake Station Kalisogo menyatakan, salah satu solusi agar PT PGN dan pengusaha bisa sama dalam menanggapi kenaikan ini adalah dengan kenaikan secara bertahap.

Baca: Mamit Soroti Tertundanya Penandatanganan PoD Masela

”Kenaikan secara bertahap bisa menjadi salah satu solusinya, misalkan  kenaikan per triwulan sebesar 25% sehingga dalam satu tahun bisa mencapai harga sesuai dengan keinginan dari PT PGN,” kata Mamit.

Kenaikan bertahap tersebut maka pengusaha tidak kaget dan secara faktor psikologisnya menjadi lebih enak dan memudahkan mereka untuk berhitung.

”Ini menjadi win-win solution bagi semua pihak dan harapan saya tidak menimbulkan gejolak yang luas. Apalagi,sampai saat ini gas untuk industri masih lebih murah di bandingkan golongan Rumah Tangga 1(R1) sebesar Rp 4.250/m3 dan Rumah Tangga 2 (R2) sebesar Rp 6.000/m3 dibandingkan harga gas industri golongan B1 sebesar Rp 3.300/m3,” katanya.

Mamit berharap kenaikan bertahap ini tidak terlalu memberatkan pengusaha sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak mengalami kenaikan harga produk secara signifikan.

Selain ke Offtake Station Kalisogo, Mamit juga mengunjungi proyek pembangunan Onshore Regasifikasi Unit (ONRU) di Lamongan Base.

Pembangunan ONRU ini berfungsi sebagai security sistem supply ketika ada gangguan dari gas wellhead. “Ini merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh PT PGN dalam menjaga supply ke konsumen sehingga tidak mengganggu aktifitas konsumen," katanya.

Melalui pembangunan ONRU ini,shortage (berkurangnya supply gas dari hulu) yang sering terjadi bisa diatasi dengan menggunakan LNG yang sudah di regasifikasi dan security supply dari PT PGN dapet dipenuhi.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved