Resep Roy Sembel Genjot Penerimaan Pajak, Kalau Perlu Dirjennya di Bawah Langsung Presiden

Roy Sembel menyatakan ada beberapa resep yang bisa digunakan Pemerintah RI untuk menggenjot penerimaan pajak Indonesia.

Resep Roy Sembel Genjot Penerimaan Pajak, Kalau Perlu Dirjennya di Bawah Langsung Presiden
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Praktisi dan pemerhati bisnis Roy Sembel. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat dan praktisi bisnis Roy Sembel menilai, penerimaan pajak di Indonesia masih rendah karena tak ratio terhadap produk domestik bruto (PDB) yang juga rendah, masih di bawah rata-rata di negara- negara ASEAN.

Roy Sembel mengingatkan, realisasi penerimaan pajak di Jementerian Keuangan pada semester I 2019 baru mencapai Rp 603,34 triliun atau hanya 38,25 persen dari target di APBN 2019.

Sementara, penerimaan ini cuma tumbuh 3,75 persen secara year on year (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2018.

Roy menyatakan ada beberapa resep yang bisa digunakan Pemerintah RI untuk menggenjot penerimaan pajak tersebut. Apa saja?

"Human capital di Ditjen Pajak dan pemerintahan harus diperkuat," ujarnya. "Itu mencakup kompetensi, motivaai dan integritasnya," imbuh Roy dalam bincang dengan awak media di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Baca: Roy Sembel: Kalau Tax Ratio Bisa Naik, Penerimaan Pajak RI Bisa Tembus Rp 2.000 Triliun

Selain itu, Roy Sembel juga menyarankan agar organisasi di internal Ditjen Pajak harus pula dibenahi.

"Apakah posisinya masih perlu di bawah Kementerian Keuangan atau mengakses langsung di bawah Presiden karena perannya yang sangat strategis dan besar sekali bagi APBN kita," ujarnya.

Dia menambahkan, Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk merombak struktur di Ditjen Pajak dengan mengubahnya menjadi tidak lagi menjadi bagian dari Kementerian Keuangan tapi langsung bertanggung jawab kepada Presiden seperti praktik yang saat ini dilakukan di pemerintahan Amerika Serikat.

"Misalnya apakah perlu meniru pola di Amerika Sreikat di mana Ditjen Pajaknya berada langsung di bawah Presiden, di mana Internal Revenue Services di AS mengakses langsung ke Presiden," kata dia.

Resep lainnya untuk menggenjot penerimaan pajak adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tepat. Dia mencontohkan, di Indonesia unique user smartphone sudah mencapai lebih dari 150 juta.

"Jadi jumlah itu sudah melebihi jumlah rekening di bank. Sementara wajib pajak kita baru 42 jutaan. Itu berarti ada potensi perluasan wajib pajak dan potensi penerimaan pajak yang bisa diuayakan bisa direalisasikan lebih besar lagi," ujar Roy Sembel.

.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved