Rumah di Atas Awan Kian 'Ngetren' di Jabodetabek

Belakangan rumah di atas awan (sky home/hunian yang dibangun di atas mal) mulai 'ngetren' di Jakarta dan sejumlah wilayah penyangga

Rumah di Atas Awan Kian 'Ngetren' di Jabodetabek
istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Belakangan rumah di atas awan (sky home/hunian yang dibangun di atas mal) mulai 'ngetren' di Jakarta dan sejumlah wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sebelumnya, rumah di atas Mal Thamrin City dan Kelapa Gading Square sempat viral menjadi perbincangan publik.   

Pengamat properti Panangian Simangungkalit mengatakan, dewasa ini semakin banyak pengembang yang menawarkan hunian jenis tersebut. Umumnya, mereka membidik segmen pasar menengah atas, dengan rata-rata harga jual di atas Rp5 miliar. "Selain mewah, jumlah unit yang ditawarkan biasanya juga terbatas," katanya, di Jakarta, baru-baru ini.

Satu diantaranya adalah AKR Land secara resmi melansir Sky Home atau rumah di atas retail dan lot parkir, akhir pekan lalu. Sky Home ditawarkan dengan jumlah terbatas, hanya 14 unit dengan harga perdana mulai dari Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar.

Baca: Lirik dan Terjemahan Lagu Memories - Maroon 5, Persembahan Manis untuk Almarhum Sang Manajer Band

Baca: Lirik dan Terjemahan Lagu Memories - Maroon 5, Persembahan Manis untuk Almarhum Sang Manajer Band

Baca: BLACKPINK Terlambat 20 Menit dan Bikin David Beckham Menunggu, YG Entertainment Panen Kritik

Baca: Prabowo Dijadwalkan Bertemu Jokowi di Istana Sore Ini

Tingginya harga perdana ini, menurut Head of Marketing AKR Land Anggun Melati karena spesifikasi dan kualitasnya terbilang mewah. "Selain jumlahnya yang terbatas, juga karena rumah ini terbuat dari material berkualitas mewah seperti marmer pada lantai, saniter, kitchen cabinet, wardrobe, dan lain-lain," papar Anggun.

Dia mengakui, konsep Sky Home memang mirip dengan properti sejenis yang dikembangkan dua developer tersebut. Hanya, AKR Land menunggu momentum yang tepat untuk merilisnya, ketika pasar sudah lebih percaya diri, dan investor bergerak kembali membelanjakan uangnya.

Sky Home telah dibangun sejak 2013 lalu bersamaan dengan Gallery West Residence, di area yang sama seluas 2,1 hektar. Gallery West Gallery West(Dokumentasi AKR Land) Bedanya, Sky Home merupakan town house rasa apartemen, sementara Gallery West Residence berkonsep murni apartemen konvensional.

Hal ini dijelaskan Head of Design AKR Land Huzaifa Tri Utami. Menurutnya, Sky Home merupakan apartemen rasa rumah, atau rumah rasa apartemen yang dibuat senyaman mungkin. "Rumah jenis ini cocok bagi mereka yang ingin tinggal di apartemen, namun dengan bangunan yang lebih luas serta denah dan penataan ruang mirip rumah tapak. Ada ruang tamu, ruang keluarga, kamar, dapur, kamar mandi, serta service area," kata Tri.

Di setiap unit, terdapat garasi pribadi yang didedikasikan untuk kendaraan pemilik, teras untuk bercengkerama, serta front yard untuk anak-anak bermain. "Selain itu, seluruh 14 unit Sky Home menghadap kolam renang dan club house yang bisa digunakan bersama," imbuh Tri.

Selain Sky Home, AKR Land juga menawarkan Garden Home sebanyak 12 unit. Harga town house ini dipatok lebih murah untuk mengakomodasi kebutuhan investor yang tidak dapat mengakses Sky Home.

Tipe terkecil berdimensi 80 meter persegi hingga 120 meter persegi dalam bangunan satu dan dua lantai, dengan harga mulai dari Rp 3 miliar. Sementara tipe terluas berukuran 174 meter persegi dalam bangunan dua lantai, dengan banderol harga Rp 6 miliar.

"Harga sudah termasuk semi furnished. Meski secara harga lebih mahal, namun untuk maintenance fee-nya diberlakukan sama dengan Gallery West Residence yakni Rp 18.000 per meter persegi per bulan," imbuh Sales Supervisor Antonius Kristiono.

Ada pun perkembangan penjualan Gallery West Residence yang sudah serah terima kunci sejak 2018, tinggal menyisakan 84 unit dari total 375 unit. "Saat ini, tingkat okupansinya sekitar 45 persen, dengan posisi harga aktual untuk tipe satu kamar tidur ukuran 44 meter persegi, sudah Rp 1,5 miliar," sebut Kristiono.

AKR Land memberi nama properti multifungsi ini Gallery West. Selain Sky Home, Garden Home, dan Gallery West Residence, terdapat juga modern retail, AKR Office Tower, dan Museum Contemporary Art in Nusantara (MACAN). Museum MACAN ini memamerkan karya-karya seniman besar seperti Robert Indiana dan Bernar Venet. Guna merealisasikan Gallery West yang lokasinya tepat di mulut pintu Tol Jakarta Barat, AKR Land merogoh kocek sekitar Rp3,5 triliun. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved