Kata Susi Pudjiastuti, Tarif Masuk yang Tinggi Buat Tuna Indonesia Sulit Masuk Uni Eropa

Ia mengatakan, Uni Eropa memasang tarif masuk tinggi sekitar 20 persen bagi produk Indonesia yang masuk ke negaranya

Kata Susi Pudjiastuti, Tarif Masuk yang Tinggi Buat Tuna Indonesia Sulit Masuk Uni Eropa
Igman Ibrahim
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan fakta sampai saat ini Tuna Indonesia kesulitan menembus pasar Uni Eropa, meski telah menguasai pasar tuna di Amerika Serikat.

Ia mengatakan, Uni Eropa memasang tarif masuk tinggi sekitar 20 persen bagi produk Indonesia yang masuk ke negaranya.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Rapat Bareng Interpol dari Amerika sampai Panama

Sementara untuk masuk ke Negeri Paman Sam, Tuna Indonesia tidak dikenakan biaya.

"Kita kalah harga (kalau masuk Uni Eropa) harus ditambah 20 persen. Ke Amerika Serikat jadi ekspor Tuna nomor 1 karena sejak 2015 sudah bebaskan tarif impor," ujar Susi, di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Ia menerangkan, ekporstir Tuna terbesar ke pasar Eropa saat ini dikuasai Thailand.

Pekerja memotong daging tuna kualitas ekspor di UD Nagata Tuna di Punge Blang Cut, Banda Aceh, Kamis (1/3/2018). Pabrik pengolahan tuna ini telah mendapat izin ekspor langsung ikan tuna ke 6 negara di Asia dengan jumlah ekspor mencapai tiga hingga empat ton per bulan. SERAMBI/M ANSHAR
Pekerja memotong daging tuna kualitas ekspor di UD Nagata Tuna di Punge Blang Cut, Banda Aceh, Kamis (1/3/2018). Pabrik pengolahan tuna ini telah mendapat izin ekspor langsung ikan tuna ke 6 negara di Asia dengan jumlah ekspor mencapai tiga hingga empat ton per bulan. SERAMBI/M ANSHAR (SERAMBI/M ANSHAR/M ANSHAR)

Meski demikian, Susi Pudjiastuti menambahkan masih ada negara lain yang membeli Tuna Indonesia dengan skala besar selain Amerika Serikat, yakni Thailand.

"Ekspor kita (Indonesia) ke Thailand juga naik. Sebenarnya Thailand itu impor (Tuna) dari kita, 800 persen kenaikan ekspor ke Thailand," kata dia.

Baca: Mengenang Senyum Manis Sulli Bersama 2 Mantan Pilar Manchester United

Menteri asal Pangandaran, Jawa Barat ini, berharap ke depan, dengan kerja sama Menlu RI dan Mendag RI, akan ada perundingan bersama Uni Eropa, yang membahas soal biaya masuk.

"Harus ada perundingan dengan mendag, menlu. Saya enggak bisa sendiri bahas bersama Uni Eropa. Kita dianggap Eropa kaya karena masuk G20, makanya dikenakan tarif 20 persen," jelas Susi Pudjiastuti.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved