Prediksi Ekonom: Perlambatan China Pengaruhi Ekonomi Indonesia dalam Jangka Panjang

jika terus berlanjut, perlambatan ekonomi China dapat menghalangi Indonesia mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi.

Prediksi Ekonom: Perlambatan China Pengaruhi Ekonomi Indonesia dalam Jangka Panjang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta 

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah harus serius mendorong produktivitas, meningkatkan inovasi, dan memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan. Hal-hal tersebut menentukan daya saing Indonesia dalam memperoleh penanaman modal.

“Untuk perdagangan, pemerintah harus menetapkan kebijakan agresif dalam menyasar rekan-rekan dagang non-tradisional seperti Afrika, Afrika Selatan, Amerika Selatan, Rusia, dan Australia. Karena negara tujuan utama ekspor dan Asean memiliki koneksi kuat sekali dengan China dan ikut terdampak perlambatan,” Fithra menerangkan.

Akhir tahun nanti, Fithra memiliki dua skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama, ekonomi mampu tumbuh maksimal 5,1% sehingga ada potensi peningkatan pertumbuhan pada 2020 dan 2021 meski masih terbatas.

Kedua, skenario terburuk di mana ekonomi Indonesia tumbuh hanya 4,9% sehingga menjadi tekanan bagi prospek pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya.

“Kalau CAD melebar signifikan, pertumbuhan bisa di bawah 5%. Kalau begitu, tahun 2020-2021 bisa jadi lebih rendah lagi karena tekanan domestik dan eksternal makin besar. Belum lagi risiko capital outflow jika krisis keuangan global yang dikhawatirkan benar-benar terealisasi,” ujar Fithra.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Ekonom: Perlambatan China pengaruhi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved