7 Langkah Pemerintah Genjot Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

7 Langkah Pemerintah Genjot Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Lita Febri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Indonesia Trade and Investment Summit 2019, The Ritz-Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai upaya telah disiapkan untuk mempercepat laju investasi maupun pertumbuhan ekonomi.

Langkah pertama, pengembangan industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dari hulu ke hilir yang memiliki daya saing tinggi, pemerintah memberikan tax holiday sesuai besaran investasi.

Baca: Cara Bukalapak Genjot Volume Transaksi Bisnis Jaringan Mitra Warung

"Tax holiday sudah diberikan ke industri-industri seperti kimia dasar, logam dasar, petrokimia dan industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan," tutur Menko Perekonomian, Darmin Nasution saat di Indonesia Trade and Investment Summit 2019, The Ritz-Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

Kedua, melakukan perbaikan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dapat mempercepat perizinan investasi.

Ketiga, reformasi sistem perpajakan secara menyeluruh, yang meliputi pembenahan administrasi perpajakan, perbaikan regulasi dan peningkatan berbasis perpajakan.

Keempat, insentif fiskal akan diberikan untuk memacu pertumbuhan industri manufaktur, peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah juga akan memberikan tax holiday kepada industri yang terlibat dalam vokasi dan kegiatan penelitian dan pengembangan," terang Darmin.

Langkah kelima ialah mendorong ekspor dan menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas di era industri 4.0.

Keenam, pemerintah terus berupaya mengembangkan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang meliputi tiga lembaga vokasi yaitu SMK, BLK dan Politeknik.

Ketujuh, mengoptimalkan infrastruktur jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara yang akan dihubungkan dengan pusat-pusat perekonomian seperti pusat produksi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), industri kecil dan pariwisata.

"Kita dorong lahirnya industri, KEK. Kita dorong lahirnya kawasan pariwisata strategis nasional. Itu semua bagian dari infrastruktur mendorong sektor industri," jelas Darmin.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved