Ancaman Siber Jadi Perhatian Indonesia Re Institute

Hadirnya Indonesia Re Institute dilatarbelakangi tingginya tuntutan pasar dan semakin ketatnya persaingan di industri asuransi nasional

Ancaman Siber Jadi Perhatian Indonesia Re Institute
ist
Hadirnya Indonesia Re Institute dilatarbelakangi tingginya tuntutan pasar dan semakin ketatnya persaingan di industri asuransi nasional 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Re Institute akan mendampingi para pelaku industri asuransi mengantisipasi berbagai ancaman digital.

Ancaman digitak itu, tidak hanya akan merugikan korporasi, tapi juga konsumen.

Direktur Pengembangan, Manajemen Risiko dan Kepatuhan Indonesia Re Putri,  Eka Kusumawati Sjarief mengatakan, saat ini big data menjadi kunci pengembangan bisnis.

Baca: Sulli Depresi Dihujat Haters dan Bunuh Diri, Netizen Ajukan Petisi Pemerintah Korea Ubah UU Internet

"Industri semakin mengandalkan big data dan Internet of Things, tapi di sisi lain potensi ancaman sibernya begitu besar," katanya.

Indonesia Re Institute akan menjadi mitra industri untuk tak hanya menghadapi tantangan tersebut, tapi juga memanfaatkan semakin pesatnya perkembangan teknologi di industri asuransi.

Hadirnya Indonesia Re Institute dilatarbelakangi tingginya tuntutan pasar dan semakin ketatnya persaingan di industri asuransi nasional.

Baca: Lima Kota di Indonesia Timur Ini Jadi Sasaran Literasi Berasuransi

Indonesia Re, sebagai BUMN yang ditunjuk pemerintah menjadi Perusahaan Reasuransi Nasional (PRN) merasa bertanggung jawab untuk turut meningkatkan standar praktik asuransi, tata kelola risiko pereasuransian.

Serta menjajaki peluang untuk mengembangkan produk asuransi yang lebih beragam dalam rangka memenuhi kebutuhan seluruh pemangku kepentingan industri asuransi.

Untuk semakin memperkuat kapabilitasnya, Indonesia Re Institute akan bekerjasama dengan sejumlah institusi akademik yang ternama di dalam dan luar negeri.

"Kami akan bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, SIGMA dan sebagainya," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved