Bidik Dana Segar Rp 195 Miliar, Pura Trans Akan IPO Akhir Tahun

Perusahaan jasa transportasi darat tersebut akan melepas 33,95% saham dengan target memperoleh dana segar sebesar Rp 195 miliar.

Bidik Dana Segar Rp 195 Miliar, Pura Trans Akan IPO Akhir Tahun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) bakal menggalang dana dari Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan jasa transportasi darat tersebut akan melepas 33,95% saham dengan target memperoleh dana segar sebesar Rp 195 miliar.

Manajemen bahkan telah mengadakan mini expose dengan Bursa Efek Indonesia pada pekan lalu.

Perusahaan juga akan memberikan waran secara cuma-cuma saat IPO. Dana yang didapat dari hasil listing tersebut akan digunakan untuk pembelian 138 unit truk baru dan 67 unit truk bekas dan aksesorisnya serta modal kerja.

Baca: Prabowo Subianto Bakal Jadi Menteri Pertahanan? Ini Tanggapan Politikus PAN

Baca: Inilah Nama Kementerian yang Akan Berubah di Kabinet Jokowi-Maruf 

PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek atau underwriter. Nantinya bila telah mendapatkan pernyataan praefektif, penawaran awal atau book bulding ditargetkan berlangsung pada bulan depan, sedangkan pencatatan saham di BEI diperkirakan pada Desember 2019.

Ariel Wibisono, Direktur Utama Pura Trans menjelaskan bahwa prospek jasa transportasi darat berbasis jalan masih sangat menjanjikan. Apalagi ditopang dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar.

Dalam beberapa tahun ke depan, populasi angkutan barang nasional diprediksi tumbuh 50% per tahun.

"Hal ini mendorong Pura Trans masuk pasar modal untuk mendapatkan pendanaan ekspansi," ujarnya dalam siaran pers, Senin (21/10).

Skema IPO akan memperkuat struktur permodalan perusahaan sehingga perusahaan bisa menambah unit untuk mempertahankan dominasinya di bisnis jasa pengurusan transportasi darat berbasis truk. Perusahaan juga berniat memperkuat jasa angkutan multimoda dengan menggandeng perusahaan pelayaran.

Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan pengiriman barang perusahaan dari Jawa dan Sumatra, meluas ke Kalimantan. Rencana tersebut membutuhkan modal yang kuat dengan pendanaan ang murah. Oleh karena itu, pihaknya lebih memilih IPO ketimbang pinjaman perbankan.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved