Pertamina Power Indonesia Garap Sejumlah Proyek Bergengsi

Ginanjar menyebutkan proyek lainnya tersebut adalah perusahaan masuk dan mengembangkan kawasan ekonomi atau kawasan industri.

Pertamina Power Indonesia Garap Sejumlah Proyek Bergengsi
Istimewa
Pertamina Power Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina Power Indonesia (PPI) meraih sejumlah proyek bergengsi yang diharapkan bisa mendukung akselerasi bisnis di masa-masa yang akan datang. Adapun proyek-proyek tersebut di antaranya ialah proyek di Bangladesh, proyek renewable, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kolaborasi yang terbangun tidak atas dasar superioritas. Antar bangsa maupun perusahaan memiliki rasa hormat dalam menjalankan kolaborasi bisnisnya. Contohnya proyek di Bangladesh," ujar Presiden Direktur dan CEO Pertamina Power Indonesia Ginanjar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Ditambahkan, kolaborasi tersebut diinisiasi oleh Pertamina Power Indonesia (PPI) dan partner lokal. Seiring berjalannya waktu, turut mengundang anggota konsorsium ketiga untuk bergabung, yaitu satu perusahaan Jepang.

Baca: Dikira Hermes Seharga Rp 672 Juta, Misteri Tas Wury Estu Handayani Istri Maruf Amin Terungkap

Baca: Para Pelaku Sempat Nongkrong dan Bagi-bagi Uang Usai Bunuh dan Buang Jasad Sales Mobil di Surabaya

Baca: Pendiri East-West Seed Raih World Food Prize 2019

Dalam dinamikanya, berkali PPI mendapat pertanyaan dan harus menangani upaya-upaya mengecilkan peran dan bagian partner lokal oleh partner yang lain. Sering ada perrtanyaan mengenai pelibatan partner lokal. Ia mengatakan dengan jawaban yang simpel, yakni perusahaan tersebut telah memperkenalkan PPI dengan Bangladesh.

“Secara etika dan moral, kita tidak bisa hanya mengambil manfaat dari orang lain dan meninggalkan mereka pada saat kita merasa lebih besar dan tidak lagi membutuhkan mereka,” kata Ginanjar.

Menurut Ginanjar, Bangladesh adalah proyek yang bagus, baik dari segi keekonomian maupun kontrak Power Purchase Agreement (PPA). Namun, pihaknya harus merestrukturisasi terlebih dulu. Ada beberapa isu critical yang harus diselesaikan supaya proyek dalam kondisi baik dan berjalan mulus ke depannya.

Selain proyek tersebut, ada dua proyek lainnya yang menjanjikan yakni proyek renewable. Ini adalah energi masa depan yang menantang dan wajib untuk perusahaan tekuni. Ginanjar menyebutkan proyek lainnya tersebut adalah perusahaan masuk dan mengembangkan kawasan ekonomi atau kawasan industri.

Proyek berikutnya Proyek Strategis Nasional Tanggamus dan Bintuni. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian mengenai minat pengembangan Proyek Petkim Bintuni. Adapun proyek di luar negeri lainnya yang potensial digarap adalah Myanmar dan Vietnam.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved