Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun untuk Diversifikasi Dana Jangka Panjang

dana tersebut juga merupakan salah satu strategi Bank Mantap untuk mendiversifikasi sekaligus memperbaiki struktur pendanaan bank dalam jangka panjang

Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun untuk Diversifikasi Dana Jangka Panjang
Kontan.co.id/Carolus Agus Waluyo
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Mandiri Taspen (Mantap). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) berencana menerbitkan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap 1 dengan target penggalangan dana sebesar Rp 1 triliun. 

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan dana tersebut akan dipakai untuk menopang kebutuhan kredit perusahaan.

Selain itu, dana tersebut juga merupakan salah satu strategi Bank Mantap untuk mendiversifikasi sekaligus memperbaiki struktur pendanaan bank dalam jangka panjang.

Obligasi yang merupakan bagian dari rencana PUB sebesar Rp 4 triliun hingga 2022 menawarkan kupon yang berkisar 7,90% - 8,35%. Untuk komposisi rate dalam struktur PUB tahap 1 tersebut mengacu penawaran yang masuk dari investor.

Jos, sapaan akrab Josephus ini menjelaskan aksi korporasi tersebut merupakan inisiatif Bank Mantap untuk mendukung kesinambungan bisnis ke depan serta mengantisipasi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

“Obligasi tersebut dibagi menjadi dua seri, yaitu Seri A dengan tenor 3 tahun dan Seri B dengan tenor 5 tahun. 

Seri A ditawarkan dengan tingkat kupon sebesar 7,90 persen hingga 8,10 persen dan Seri B ditawarkan dengan tingkat kupon sebesar 8,10 persen hingga 8,35 persen per tahun, serta kupon dibayarkan setiap triwulan,” ungkap Jos dilansir Kontan.

Di saat yang sama SEVP Finance, Retail & Digital Banking Bank Mantap Fajar Ari Setiawan menuturkan, dalam rangka penerbitan obligasi ini, Bank Mantap telah memperoleh hasil rating atas obligasi oleh PT Fitch Rating Indonesia dengan peringkat AA dan perusahaan yang menjadi penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

"Masa penawaran awal obligasi (book building) tahap I akan dilakukan pada 23 Oktober hingga 6 November 2019. Selanjutnya, distribusi obligasi secara elektronik direncanakan akan dilakukan pada tanggal 26 November 2019 dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 November 2019" tutur Fajar.

Fajar menambahkan, Bank Mantap mencari likuiditas di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Pada akhir bulan Agustus 2019 kredit yang diberikan mencapai Rp 18,69 triliun, tumbuh 34,6% dari periode tahun lalu. 

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK menyebabkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to funding ratio (LFR) mencapai 93,38% per tanggal 31 Agustus 2019. 

Diharapkan dengan terbitnya obligasi tahap 1 ini dapat menekan rasio LFR dengan proyeksi akhir tahun 2019 sebesar 90,5%.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved