Bos Tokopedia Akui Lemah dalam Urusan Tembus Sektor UMKM

William Tanuwijaya mengatakan Tokopedia masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan gebrakan ekonomi secara digital.

Bos Tokopedia Akui Lemah dalam Urusan Tembus Sektor UMKM
TRIBUNNEWS.COM/FITRI WULANDARI
Acara Festival Transformasi 2019 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Co-Founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan sebagai perusahaan rintisan (startup) bergelar unicorn, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan gebrakan ekonomi secara digital.

Ia menjelaskan saat ini Tokopedia telah memiliki 6,5 juta pelaku bisnis.

Namun, pelaku bisnis di Tokopedia yang masuk dalam level pemula atau baru membuka usaha, mencapai angka 86,5 persen.

Menurut William, meski telah memiliki lebih dari 6 juta pelaku usaha, namun Tokopedia masih sulit merambah pasar UMKM.

Ia menilai saat ini masih banyak UMKM yang bisnisnya belum tersentuh platform teknologi seperti Tokopedia.

"Contohnya, dengan 6,5 juta penjual tersebut, kita tahu Indonesia ini ada 60 juta pelaku UMKM, itu artinya masih sedikit UMKM yang sudah menggunakan platform teknologi," ujar William, dalam acara Festival Transformasi 2019, yang digelar di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Oleh karena itu ia menganggap bahwa gebrakan ekonomi melalui sektor digital masih belum bisa terwujud karena kehadiran teknologi pun masih belum menyentuh sebagian besar UMKM.

"Maka kami merasa cita-cita kami untuk mewujudkan gebrakan ekonomi secara digital itu masih jauh," kata William.

Baca: Bos Tokopedia Sesumbar Mampu Bukukan Transaksi Rp 222 Triliun

Kendati demikian, William mengklaim Tokopedia menyumbang lebih dari 1 persen kontribusi terhadap perekonomian bangsa.

"Kontribusi kami terhadap perekonomian Indonesia sekitar 1,5 persen," jelas William.

Selama ini Tokopedia menjadi satu dari sejumlah startup yang telah meraih predikat unicorn, selain Traveloka, Bukalapak dan dompet digital OVO.

Sedangkan satu startup unicorn lainnya, yakni Gojek kini telah naik kelas menjadi decacorn.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved