Kemenhub Gandeng Gojek untuk Tingkatkan Layanan Tol Laut, Permudah Pesan Kontainer Online

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng perusahaan transportasi online, Gojek Indonesia untuk digitalisasi layanan tol laut.

Kemenhub Gandeng Gojek untuk Tingkatkan Layanan Tol Laut, Permudah Pesan Kontainer Online
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Proses pemuatan petikemas pada uji coba pengoperasian perdana Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara, Sumatera Utara, Selasa (27/11/2018). Pengembangan tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung berupa pembangunan terminal multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs saat ini telah memasuki persiapan akhir dan telah mendapatkan ijin pengoperasian Dermaga Multipurpose dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tanjung.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng perusahaan transportasi online, Gojek Indonesia untuk digitalisasi layanan tol laut.

Melalui aplikasi, kerja sama ini diharapkan bisa mempermudah proses pemesanan kontainer secara transparan dan dapat membagi muatan secara adil kepada pengirim (shipper) yang berada di daerah Terpencil, Tertinggal, Terluar dan Perbatasan (3TP).

"Platform digital ini diharapkan memberikan peluang yang lebih mudah karena masyarakat Indonesia yang sudah mulai terbiasa menggunakan aplikasi seperti Gojek untuk berbagai pemesanan transportasi," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Wisnu Handoko di Surabaya, Sabtu (2/11/2019).

Langkah tersebut menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu serta terkait solusi dalam menghentikan praktek monopoli program tol laut.

Dalam menjangkau transportasi laut yang luas dan tersebar di Indonesia, khususnya yang melayani wilayah timur Indonesia mengakibatkan perbedaan harga barang yang cukup signifikan di daerah 3TP.

Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan pelayaran Tol Laut dalam memberikan pelayanan untuk pemenuhan bahan pokok dan penting pada daerah-daerah 3TP mempunyai peran besar terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kebutuhan akan jasa angkutan laut semakin meningkat sejalan dengan kondisi geografis Negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.

Namun dalam perjalanannya, terdapat permasalahan dalam penyelenggaraan program tol laut salah satunya yaitu dugaan praktik monopoli. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengungkapkan lima penyebab terjadinya dugaan praktik monopoli penyelenggaraan tol laut.

"Oleh sebab itu, kami menjajaki kerjasama dengam Gojek untuk menghentikan monopoli yang terjadi di penyelenggaraan tol laut agar manfaat subsidi yang digelontorkan Pemerintah ini tepat sasaran dan mampu menurunkan disparitas harga antara Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur," ujar Wisnu.

Mengenai bentuk seperti apa aplikasi dan modul pelaksanaan program di Gojek, Wisnu mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan Gojek untuk dapat sesegera mungkin aplikasi pemesanan kontainer tol laut tersebut dapat terwujud.

"Kita telah mengidentifikasi pola potensi monopoli terjadi itu di titik mana, hasil identifikasi kami dugaan praktik monopoli tersebut terjadi di daerah timur, seperti Maluku dan Papua," kata Wisnu.

"Kami menindaklanjuti sesuai arahan Presiden melalui Menteri Perhubungan agar kita lebih menyoroti Maluku dan Papua, dimana Papua kita akan masuk lebih mendalam dan dengan aplikasi Gojek ini mudah-mudahan menjadi solusi yang andal untuk menghentikan monopoli yang terjadi,” tambahnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved