Dampingi UMKM secara Digital, Bank Commonwealth Kenalkan Platform MicroMentor

MicroMentor merupakan jejaring sosial digital yang dapat menghubungkan pengusaha yang baru merintis usahanya, dengan relawan pengusaha profesional

Dampingi UMKM secara Digital, Bank Commonwealth Kenalkan Platform MicroMentor
TRIBUNNEWS.COM/HARI
of Corporate Communication & Financial Inclusion Bank Commonwealth Bayu Irawan, Chief of Marketing, Corporate Affairs&Legal; Bank Commonwealth Leila Djafaar, dan Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis (baju batik merah) saat berdiskusi dengan media di acara BizInsight Pendampingan Bisnis bagi Pengembangan UKM Di Indonesia. Selasa (5/11), di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Commonwealth bersama Master Card dan Mercy Corps Indonesia dampingi bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) secara digital, melalui platform MicroMentor.

MicroMentor merupakan jejaring sosial digital yang dapat menghubungkan para pengusaha yang baru merintis usahanya, dengan relawan pengusaha profesional dan berpengalaman.

Chief of Marketing, Corporate Affairs and Legal Bank Commonwealth Leila Djafaar mengatakan, para pengusaha berpengalamanan dan profesional ini akan melakukan mentoring, kepada pengusaha UKM yang baru merintis usahanya.

"Dengan platform ini, pengusaha berpengalaman dapat memberikan bantuan untuk memberikan solusi ataupun berbagi ilmu agar usaha para pengusaha UKM dapat mengembangkan usahanya," ucao Leila, di Incontro World Trade Center 3, Jakarta. Selasa (5/11/2019).

Leila menyebutkan, platform digital ini dapat menjangkau banyak pengusaha dari berbagai kota di Indonesia. Dengan adanya platform digital ini kami dapat menjangkau 1.000 pengusaha dalam waktu dua bulan.

"MicroMentor ini baru berjalan 4 bulan, namun saat ini sudah ada 2.279 wirausaha dan 570 mentor yang bergabung ke dalam platform ini. Serta interaksi antara mentor dengan mentee sebutan bagi pengusaha UKM, mencapai 546 interaction," kata Leila.

Dalam pemaparannya, Leila menjelaskan keunikan pada platform ini membuat pengusaha UKM dapat memperoleh informasi atau berkonsultasi, dengan mentor mereka kapan saja dan di mana saja.

"Platform pendampingan digital ini dapat berfungsi sebagai jalan bagi para pengusaha UKM terhubung dengan mentor yang memiliki pengalaman bisnis. Selain itu, para mentee tidak hanya dapat berinteraksi melalui MicroMentor, tetapi dapat juga melalui WhatsApp ataupun video call," lanjutnya.

Dalam BizInsight ini, hadir juga Executive Director of Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis yang menjelaskan, MicroMenter dapat menciptakan kesempatan ekonomi dengan metode mentoring yang baik.

Baca: Pentingnya UMKM Punya Pembukuan, Accurate Kampanyekan Program “Kapan Naik Kelas”

"Dalam MicroMentor ini tidak semua yang berada di dalam platform ini sudah memiliki usaha, tetapi ada juga yang ingin memulai usaha mereka dan melakukan mentoring untuk membuka usaha apa yang cocok untuk mereka," ucap Ade.

Ade mengatakan dalam skala global, MicroMentor sudah berhasil membuat 82% wirausahawan bertahan melalui program binaan pada platform ini. Selain itu mereka mengalami peningkatan penghasilan sebanyak 83%.

"Kami juga mengadakan kegiatan di luar platform, sepeti mentor masterclass yang menjangkau 300 peserta, dan 50 mentor yang berada di wilayah Jabodetabek," ujarnya.

Sebagai informasi, paltform MicroMentor ini sudah diluncurkan sejak bulan Juni 2019, dan platform ini gratis untuk para pengusaha yang ingin bergabung di dalamnya.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved