Rekind Raih Tiga Penghargaan BUMN Branding And Marketing Award 2019

“Penghargaan yang luar biasa, sekaligus penghormatan besar atas kinerja terbaik yang sejak awal terus dikedepankan Rekind,” tegas Qomaruzzaman.

Rekind Raih Tiga Penghargaan BUMN Branding And Marketing Award 2019
ISTIMEWA
Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman (kanan) menerima penghargaan Brand Strategy Terbaik- Corporate Branding Anak Perusahaan BUMN dari Djoko Sasono, Sekjen Kementerian Perhubungan (kiri), di ajang BUMN Branding & Marketing Award 2019, di Jakarta, Selasa (5/11/2019). Sebagai perusahaan yang tengah memperluas pangsa pasarnya dan meningkatkan skala proyek yang ditangani, Rekind menerapkan strategi diferensiasi yang mampu menghasilkan kualitas kinerja yang lebih baik. Di antaranya dengan membangun supply chain yang kuat dan mengembangkan kekuatan SDM sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi serta manajemen perusahaan yang andal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-PT Rekayasa Industri (Rekind) perusahaan EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commisioning) nasional, salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) raih penghargaan. Memboyong tiga penghargaan sekaligus di ajang BUMN Branding and Marketing Award 2019.

Rekind dianugerahi penghargaan untuk tiga kategori. Brand Strategy terbaik, Corporate Branding Anak Perusahaan BUMN. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Djoko Sasono, Sekjen Kementerian Perhubungan kepada Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman.

Rekind juga dianugerahi penghargaan untuk kategori International Sales and Marketing Terbaik-Corporate Marketing Anak Perusahaan BUMN. Penghargaan ini diterima Direktur Komersil Rekind, Qomaruzzaman.

Qomaruzzaman juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan CMO Marketing Performance- CMO. Atas kiprahnya  mengembangkan strategi di bidang usaha Rekind. Penghargaan ini disematkan oleh Rhenald Khasali selaku Ketua Dewan Juri BUMN Branding And Marketing Award 2019.

Baca: Sederet Inovasi Menjadikan Kota Bogor Kota Terinovatif

“Penghargaan yang luar biasa, sekaligus penghormatan besar atas kinerja terbaik yang sejak awal terus dikedepankan Rekind,” tegas Qomaruzzaman.

Dalam rilisnya yang diterima tribunnews.com, Rabu (6/11/2019) dijelaskan sebagai perusahaan, Rekind menerapkan strategi diferensiasi yang mampu menghasilkan kualitas kinerja yang lebih baik.

Baca: Sido Muncul dan Produk Tolak Angin dapat Predikat

Di antaranya dengan membangun supply chain yang kuat dan mengembangkan kekuatan SDM sehingga mampu menghasilkan produktivitas tinggi serta manajemen perusahaan yang andal.

Rekind juga memiliki keanekaragaman produk usaha yang terlahir dari bagian transformasi bisnis perusahaan melalui penguatan internal, terutama setelah melakukan perubahan bentuk Strategic Business Unit (SBU) menjadi Marketing Unit dan Operation Unit.

Baca: Kemenhub Bakal Revisi Aturan soal Penggunaan Drone

Tujuannya agar fungsi marketing dan operasi lebih fokus dalam menjalankan fungsi utamanya serta mampu meningkatkan eksekusi proyek yang lebih efisien dan pada akhirnya dapat meningkatkan profit perusahaan.
Didukung 800 putra-putri Indonesia terbaik, memiliki keahlian dan pengalaman dalam pengerjaan proyek skala besar dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Melalui komitmen ini, Rekind terus dipercaya baik oleh perusahaan nasional maupun regional untuk mengeksekusi proyek-proyek skala besar dengan kompleksitas tinggi, “ Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman menambahkan.

Keterlibatan Rekind dalam sejumlah proyek-proyek strategis nasional yang dikerjakannya saat ini, antara lain Proyek Jambaran Tiung Biru (J-TB) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Proyek yang dikelola PT Pertamina EP Cepu merupakan proyek strategis nasional yang memiliki kapasitas produksi sales gas sebesar 192 MMSCFD. Pada Desember 2018 Rekind juga dipercaya PT Pertamina mengerjakan proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Rekind juga dipercaya mengerjakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh milik PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap milik PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD).

Baca: Kemenhub Kembangkan Dua Bandara di Jawa Tengah

Satu-satunya perusahaan EPCC ini juga dipercaya untuk pengerjaaan infrastruktur Tambat Tower Land and Sea Pipes and Tanks for Balongan Refinery milik PT Pertamina.

Yanuar mengakui persaingan bisnis di bidang EPCC dewasa ini semakin ketat, baik yang datang dari perusahaan dalam negeri maupun asing.  Rekind ia memastikan komit untuk terus berinovasi, selalu meningkatkan kompetensi seluruh insan perusahaan agar bisa berdaya saing.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved