Mendagri Temukan APBD Mengendap Rp 2 Triliun di Bank, Menko Airlangga Bilang Itu Biasa

Menurut Airlangga, dana APBD diendapkan di bank itu hal biasa karena proses penyimpanan anggaran daerah memang begitu.

Mendagri Temukan APBD Mengendap Rp 2 Triliun di Bank, Menko Airlangga Bilang Itu Biasa
Tribunnews/Jeprima
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan pada acara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Airlangga Hartarto resmi menjabat Menko Perekonomian pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 menggantikan Darmin Nasution. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait adanya pengendapan dana APBD Rp 2 triliun di bank.

Menurut Airlangga, dana APBD diendapkan di bank itu hal biasa karena proses penyimpanan anggaran daerah memang begitu.

Baca: Genjot Investasi, Jokowi Kunjungi Korea Selatan Bulan Ini

Baca: Selidiki Desa Fiktif, Menko Airlangga Akan Panggil BPK

Baca: Terbuka Kemungkinan Pilkada Tidak Dipilih Langsung Rakyat

"Kalau dana pasti di perbankan, tidak bisa di bawah bantal. Dana APBD kan biasanya ada di perbankan, jadi itu memang berproses di situ," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Namun, permasalahan dana APBD dinilainya bukan soal mengendap atau tidak di bank, tapi pemerintah daerah sungkan menyalurkannya.

"Persoalannya apakah memang itu bisa dibelanjakan sesuai atau tidak. Kalau tidak kan itu jadi sisa anggaran," kata Airlangga.

Perputaran dana APBD tersebut diserahkan sepenuhnya ke daerah, kapan siap untuk dibelanjakan atau ditahan dulu dananya di bank.

"Iya nanti kan ada aktivitas ekonomi, ada waktunya untuk belanja. Itu tergantung kesiapan dari daerah, tentunya pada saat program tender selesai itu harus dibelanjakan dan dihitung pada tahun berapa persen serapannya," pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved