Ditjen Perhubungan Udara Monitoring Penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air di Sejumlah Rute

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan monitoring terhadap penerbangan pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air di sejumlah rute.

Ditjen Perhubungan Udara Monitoring Penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air di Sejumlah Rute
Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus
Beberapa jadwal penerbangan pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/11/2019). Jadwal keberangkatan Sriwijaya Air sudah kembali normal setelah terjadi masalah pembatalan penerbangan maskapai tersebut di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (7/11). Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan monitoring terhadap penerbangan pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air yang dioperasionalkan Sriwijaya Group di sejumlah rute.

Saat ini Sriwijaya Group masih mengoperasikan sebanyak 11 unit pesawat udara dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki.

Selebihnya tidak dioperasikan dikarenakan dalam masa periode perawatan baik di GMF maupun perawatan Aircraft On Ground atau (AOG).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menyampaikan akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pesawat Sriwijaya Group yang masih beroperasi di sejumlah rute.

Baca: Pesawat Gagal Terbang, Calon Penumpang Sriwijaya Air di Lampung Ditawari Naik Mobil ke Jakarta

Baca: Penerbangan Sriwijaya Air Ditunda hingga Dibatalkan, Berikut Kompensasi yang Didapatkan Penumpang

"Ditjen Hubud memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan Ditjen Hubud memastikan bahwa hak-hak calon penumpang yang batal terbang dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku," jelas Polana B Pramesti, Jumat (8/11/2019).

Dirjen Udara sudah menginstruksikan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian pesawat Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara untuk melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT Sriwijaya Group.

Prmenuhan atas hak-hak penumpang yang diakibatkan tidak beroperasinya pesawat Sriwijaya Group sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan tersebut penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan.

Hal itu ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Baca: KRONOLOGI Kisruh Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, Bermula dari Pencopotan Direksi Sepihak

Baca: Berdiri Sendiri, Pesawat Sriwijaya Air Terus Diawasi Kemenhub

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved