Kehadiran Fintech Makin Mendisrupsi Bisnis Perbankan

Industri perbankan nasional dituntut selalu inovatif dan tetap mengikuti perkembangan teknologi dan tren kebutuhan konsumen.

Kehadiran Fintech Makin Mendisrupsi Bisnis Perbankan
HANDOUT
Penghargaan Indonesia Best Bank Award 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran startup fintech yang sangat menjamur di Indonesia kini terbukti makin mendisrupsi bisnis perbankan konvensional, khususnya di layanan pinjaman atau lending.

"Perbankan saat ini banyak terdisrupsi oleh fintech. Data OJK 80 persen data peminjam dan yang meminjamkan dana adalah milenial," ujar Mohamad Ihsan, Pimred Warta Ekonomi di acara penghargaan Indonesia Best Bank Award 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

Kehadiran fintech ini menurutnya, di-drive oleh kalangan milenial yang melek teknologi dan kemudian mengadopsi baru di kebutuhan layanan keuangan yang tidak lagi tunduk pada layanan perbankan konvensional.

Karena itu, industri perbankan nasional dituntut selalu inovatif dan tetap mengikuti perkembangan teknologi dan tren kebutuhan konsumen. 

Pendapat senada juga disampaikan Fadel Muhammad, founder Warta Ekonomi.

“Perkembangan teknologi digital mempengaruhi dunia perbankan kita. Perekonomian dunia saat ini tidak bisa hindari apa yang terjadi dengan dua negara besar AS-China perang dagang mempengaruhi ekonomi global," ujar Fadel.

Dia menyatakan, di tahun 2020 diperkirakan Indonesia akan memiliki 80 juta kelas menengah. Jumlah ini  hampir 3,5 kali penduduk Malaysia.

"Artinya daya beli tinggi dengan teknologi yang ada. Maka itu kebijakan keuangan ke depan membutuhkaninovasi-inovasi,” kata Fadel.

Dengan terciptanya kondisi perbankan yang sehat, dia yakin bank dapat memberikan keuntungan bagi para stakeholder-nya.

Baca: Produk Investasi di Fintech Bisa Jadi Pilihan Biakkan Dana di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

"Bagi deposan, bank diharapkan dapat dipercaya dan dikelola secara prudent sehingga risiko pelarian dana semakin minimal. Bagi investor, bank diharapkan mampu tumbuh secara terukur, memberi return yang optimal, dan memiliki risiko yang terkendali," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved