Pupuk Indonesia Juara III ARA Kategori BUMN Non-Keuangan Listed

Ajang ARA merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus mendorong penerapan good corporate governance (GCG) bagi perusahaan

Pupuk Indonesia Juara III ARA Kategori BUMN Non-Keuangan Listed
Istimewa
Pupuk Indonesia Juara III ARA Kategori BUMN Non Keuangan Listed. 

TRIBUNNEWS.COM - PT Pupuk Indonesia (Persero) dianugerahi penghargaan dengan predikat Juara III untuk kategori BUMN non keuangan listed pada ajang Annual Report Award (ARA) yang digelar di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta.

Ajang ARA merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus mendorong penerapan good corporate governance (GCG) bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui peningkatan kualitas keterbukaan informasi pada laporan tahunan.

ARA terselenggara atas sinergi tujuh instansi yaitu Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Komite Nasional Kebijakan Governance, Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia.

ARA ini diikuti oleh 328 perusahaan yang terdiri dari 98 emiten tercatat (listed) di pasar modal, 96 BUMN, dan 134 perusahaan non listed.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat menyatakan rasa syukur dan bangganya atas prestasi perusahaan yang kembali terpilih sebagai 33 perusahaan dengan laporan tahunan terbaik dalam ajang ARA.

"Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen seluruh insan Pupuk Indonesia dalam menjalankan bisnis Perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, yakni transparan, akuntabel, bertanggungjawab, independen dan adil. Ke depannya, kami akan terus mempertahankan prestasi ini," kata Aas.

Dalam ajang ARA, faktor-faktor yang dinilai terdiri dari Profil Perusahaan, Laporan Direksi dan Komisaris, Analisa Keuangan, Analisa Pembahasan Manajemen dan nilai-nilai GCG yang dijalankan.

Aas mengungkapkan, sepanjang 2018 Pupuk Indonesia memang berhasil mencatatkan kinerja positif. Bahkan perusahaan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan membukukan pertumbuhan volume penjualan yang menembus 14 juta ton.

Hal tersebut didapat berkat keberhasilan perusahaan memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan penetrasi pasar ke perkebunan dalam negeri.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved