Breaking News:

Milenial Sebenarnya Mampu Beli Rumah, Tapi Alasan Ini yang Membuatnya Seakan Tak Sanggup

“Ini karena rutinitas milenial yang kerap menghamburkan uang. Selain gaya hidup, saya menyoroti kebiasaan traveling untuk posting di medsos,” katanya

Rumah123/Realestate.com.au
Ilustrasi Rumah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Harga di sektor properti semakin lama makin tinggi.

Jika ditunda-tunda, maka akan makin sulit dikejar.

Baca: Rumah.com Property Market Outlook 2020 Prediksi Pasar Properti Nasional 2020 Lebih Menggeliat

Kenaikan harga di sektor properti sudah mencapai 35 persen sampai 160 persen per lima tahun atau rata-ratanya 17,5 persen per tahun.

Tak hanya di kota besar Jabodetabek, sejumlah kota lainnya di daerah pun mengalami kondisi serupa.

Data tersebut diutarakan Direktur Realti PP Urban, Budi Suanda dalam pameran Indonesia Property Expo 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

“Persentase kenaikan harga tanah 12 persenan, permasalahannya rata-rata pertumbuhan (CAGR) UMP kita hanya naik delapan (8) persen. Justru ini semakin lama, semakin tidak mampu juga milenial untuk punya properti,” kata Budi.

Mayoritas generasi milenial masih belum memiliki properti.

Alasannya sama, terkendala uang muka (DP), harga properti terlalu tinggi, dan belum membutuhkan.

Terkendala uang muka menjadi problematika yang dihadapi kalangan milenial.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved