Pengusaha Amerika Keluhkan Korupsi yang Menggila dan Tenaga Kerja Kurang Terampil

Charles Freeman mengatakan, selama masa jabatan pertama Joko Widodo, Pemerintah RI berfokus pada deregulasi untuk menarik lebih banyak investor asing.

Pengusaha Amerika Keluhkan Korupsi yang Menggila dan Tenaga Kerja Kurang Terampil
TWITTER
Senior Vice President Asia Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat Mr. Charles Freeman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat (AS) mengeluhkan sejumlah tantangan dalam berbisnis dan berinvestasi di Indonesia, mulai dari tenaga kerja yang kurang terampil serta maraknya praktik korupsi oleh pejabat penyelenggara negara. 

Senior Vice President Asia Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat Mr. Charles Freeman mengatakan, selama masa jabatan pertama Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia berfokus pada deregulasi untuk menarik lebih banyak investor asing.

Namun, ia juga menyatakan berdasar laporan terbaru, sebagian besar perbaikan telah dalam tahap awal untuk bisnis baru.

Baca: KPK Telusuri Kontrak Penasihat Bisnis dengan Pesawat yang Dibeli Garuda Indonesia

"Begitu izin dikeluarkan dan bisnisnya didirikan, masalah operasional yang biasa dan bahkan lebih mendasar tetap ada. Hal itu termasuk kurangnya pekerja terampil, ketidakpastian kontrak dan peraturan, dan korupsi," ujarnya di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Baca: Dapat Anggaran Minimalis, Teten Masduki Bilang Kementerianya Lebih Aman dari Korupsi

Sementara, dengan telah terbentuknya kabinet baru pemerintahan Jokowi-Maruf Amin untuk 5 tahun ke depan, komunitas bisnis Amerika Serikat ingin sekali mengetahui apa saja rencana pemerintah Indonesia ke depannya.

Charles mengatakan, pihaknya menginginkan reformasi ekonomi dan regulasi untuk mempermudah investor asing.

"Perusahaan-perusahaan Amerika yang ada di sini sudah siap berinvestasi untuk membantu Indonesia mencapai tujuan pembangunannya yang ambisius," ujar Charles Freeman.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved