BUMN Watch: Jadi Komisaris, Ahok Diharapkan Bawa Perubahan Lebih Baik di Pertamina

"Kami mengapresiasi masuknya Ahok jadi Komut Pertamina. Kami yakin, Ahok akan membawa perubahan besar di Pertamina."

BUMN Watch: Jadi Komisaris, Ahok Diharapkan Bawa Perubahan Lebih Baik di Pertamina
Tribunnews.com/ Reza Deni
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bertemu Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen SH menyambut positif masuknya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi komisaris utama Pertamina berdasar penunjukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kami mengapresiasi masuknya Ahok jadi Komut Pertamina. Kami yakin, Ahok akan membawa perubahan besar di perusahaan pelat merah tersebut," kata Naldy, Jum'at (22/11/2019).

Naldy berpendapat, meski ada penolakan sejumlah pihak terhadap Ahok itu merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya mantan Bupati Belitung Timur itu harus diberikan kesempatan bekerja.

"Dalam sebuah keputusan pasti ada pro dan kontra. Berikan Ahok kesempatan untuk membenahi Pertamina dulu. Jadi jangan suudzon dan pesimis dengan Ahok," ujar Naldy.

Naldy meyakini, Ahok bisa memberikan yang terbaik kepada Pertamina terutama untuk memberikan masukan dan kontrol, supaya Pertamina menjadi perusahaan yang bagus dan bisa mewujudkan kedaulatan energi.

"Kinerja Pertamina yang selama ini kurang bagus tentu akan dibenahi oleh Ahok," tutur Naldy.

Baca: Resmi Menjabat Komisaris Utama Pertamina, Berapa Gaji yang akan Diterima Ahok?

Naldy Haroen berharap, Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja Pertamina dapat menerima kehadiran Ahok dengan lapang dada dan dengan rasa kekeluargaan.

"Mau tidak mau seluruh jajaran Direksi, pegawai dan serikat pekerja harus menerima keputusan ini. Jadi, saya berharap sambutlah Ahok dengan penuh kehangatan sehingga saling bekerjasama untuk memajukan Pertamina," tutur Naldy Haroen.

Dia juga mewanti-wanti agar jajaran Pertamina jangan ada yang coba-coba menghalangi keputusan tersebut. Dia curiga, kalau ada kelompok yang menolak Ahok masuk di Pertamina mereka tidak ingin perusahaan itu bersih.

"Kalau ada yang menghalang-halangi keputusan tersebut berarti ada sesuatu di tubuh Pertamina yang selama ini disembunyikan dan tidak mau menerima orang yang ingin membersihkan  Pertamina dari mafia migas dan koruptor," ujar Naldy Haroen.

Seperti diketahui, kemarin sore Menteri BUMNErick Thohir mengungumkan Ahok diangkat sebagai komisaruis utama PT Pertamina. 

"Ahok, nanti akan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama. Insyallah, saya rasa sudah putus dari beliau, Pak Basuki akan menjadi Komut Pertamina," kata Erick di Istana Kepresidenan, Jumat.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved