Jokowi Sebut Transformasi Ekonomi untuk Selesaikan Defisit Transaksi Berjalan

Harga komoditas selalu membayangi ekonomi Indonesia karena apabila harganya turun, pasti akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia

Jokowi Sebut Transformasi Ekonomi untuk Selesaikan Defisit Transaksi Berjalan
Youtube Sekretariat Presiden
Screenshoot 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia telah berpuluh tahun menghadapi satu persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan, yaitu current account deficit atau defisit transaksi berjalan.

Sesuai keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini, salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut adalah dengan melakukan transformasi ekonomi, yang juga merupakan salah satu dari lima visi misi Presiden di periode kedua pemerintahannya.

Baca: Jokowi Ingin Optimisme Bangsa Terus Dibangun

"Saya meyakini dengan transformasi ekonomi yang kita kerjakan, saya yakin dalam waktu 3, maksimal 4 tahun akan bisa kita selesaikan yang namanya defisit transaksi berjalan kita," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum yang digelar di Grand Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/11/2019).

Transformasi ekonomi diperlukan karena menurut Presiden, Indonesia sudah bertahun-tahun ketergantungan terhadap komoditas, baik jumlah maupun harganya.

Harga komoditas selalu membayangi ekonomi Indonesia karena apabila harganya turun, pasti akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, defisit transaksi berjalan juga dipengaruhi oleh impor yang besar dalam bidang energi, terutama untuk minyak dan gas, serta impor barang-barang modal dan bahan baku.

Tak hanya itu, volatilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi juga akan terpengaruh.

"Oleh sebab itu, ke depan kita memiliki agenda besar yaitu meningkatkan ekspor dan produk substitusi impor. Dua hal ini yang menjadi agenda yang berkaitan ekspor dan impor," ujarnya.

Di samping itu, transformasi ekonomi akan dilakukan pemerintah dengan terus mendorong peningkatan ekspor dan substitusi impor melalui hilirisasi industri dari sumber daya alam.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved