Sri Mulyani dan Perang Dagang AS-China: Semula Berharap Banyak, Lalu Kecewa. . .

"Kita dihadapkan pada situasi berharap, kecewa, berharap, kecewa," ujar Sri Mulyani di Hotel Westin, Jakarta

Sri Mulyani dan Perang Dagang AS-China: Semula Berharap Banyak, Lalu Kecewa. . .
Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda
Sri Mulyani di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China bikin dirinya berharap, tapi lalu kecewa pada akhirnya.

Hal ini dirasakannya lantaran perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina saat ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditebak ujungnya.

"Kita dihadapkan pada situasi berharap, kecewa, berharap, kecewa," ujar Sri Mulyani di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/11/2019).

Menurut Sri Mulyani, dari sisi ekonomi global memang tidak pasti, meski sudah berharap akan ada deal antara AS dan China.

"Namun tiba-tiba ada perkembangan di Hong Kong, dan katanya agreement sama China nanti saja lah seusai Pemilu 2020," katanya.

Selain itu, Sri Mulyani menambahkan, kondisi politik yang tidak pasti karena adanya Brexit Inggris juga telah menyebabkan kondisi ekonomi dunia semakin tertekan.

"Hari ini kita percaya proyeksinya begini, besok bisa berubah sama sekali. Ini pemberat dari kemajuan ekonomi dunia," ujarnya.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved