Menkeu Era SBY Minta Pemerintah Hemat Anggaran

Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Chatib Basri meminta pemerintah untuk hemat anggaran

Menkeu Era SBY Minta Pemerintah Hemat Anggaran
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Menteri Keuangan RI 2013-2014 Chatib Basri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Chatib Basri meminta pemerintah untuk hemat anggaran.

Chatib menjelaskan, salah satu yang harus dipangkas yaitu tunjangan profesi guru. Selain itu, anggaran lain yang perlu disorot yakni potensi mengendapnya dana transfer ke daerah.

Baca: Erick Thohir Tunjuk Chatib Basri Jadi Wakomut Mandiri

"Misalnya tunjangan profesi guru, alokasi transfer daerah, uangnya mengendap. Jadi, mesti dilihat alokasinya, jangan-jangan bukan soal uangnya tidak ada, tapi desainnya,” ujarnya dalam acara 'Terobosan APBN untuk Indonesia Maju' di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Chatib menambahkan, anggaran sektor pendidikan hingga dana alokasi ke daerah selama ini sudah besar, namun dampaknya tak begitu signifikan.

Menurutnya, efektivitas anggaran negara diperlukan dalam melakukan transformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dikaji, uang yang dikeluarkan itu ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi atau tidak. Orang selalu mengeluh persoalannya uang, padahal ada yang uangnya besar, tapi hasilnya tidak punya dampak,” kata Chatib.

Selain itu, pemerintah dimintanya untuk selektif dan cermat dalam memberikan insentif pajak, sehingga menjadi tepat sasaran.

“Tax insentif jumlahnya Rp 240 triliun, itu angkanya besar. Apakah itu efektif? Diperlukan sektor swasta enggak? Percuma dikasih insentif, tapi tidak membuat investasi jadi naik,” pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved