BNI Alokasikan 21 Persen Dana untuk Nasabah Jabodetabek Selama Nataru

Feri memprediksi akan ada lonjakan sekitar 5 persen terkait kebutuhan nasabah pada momen liburan Nataru ini.

BNI Alokasikan 21 Persen Dana untuk Nasabah Jabodetabek Selama Nataru
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputy General Manager Divisi Operasional PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Feri Fariansis mengatakan dana tunai yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan nasabah di periode liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan dibagi berdasar area.

Dari total kebutuhan yang disiapkan sebanyak Rp 16,9 triliun, sekitar Rp 3,6 triliun atau sebesar 21 persen dana dialokasikan untuk kas Jabodetabek, mencakup kebutuhan untuk mesin ATM dan kantor cabang.

"Kebutuhan kas di Jabodetabek, terdiri dari kebutuhan di mesin ATM yakni sekitar Rp 27 triliun dan kebutuhan outlet sebesar Rp 0,9 triliun," ujar Feri, di Gedung BNI 46, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Sementara sisanya, yakni sekitar 79 persen dialokasikan untuk kebutuhan di luar Jabodetabek.

"Sisanya, sekitar 79 persen atau Rp 13,3 triliun berada di luar Jabodetabek," kata Feri.

Feri memprediksi akan ada lonjakan sekitar 5 persen terkait kebutuhan nasabah pada momen liburan Nataru ini.

Ini tentunya berbeda dengan periode Nataru di tahun sebelumnya yang diprediksi melonjak 8 persen, namun realisasinya hanya mencapai 5 persen dengan kebutuhan uang tunai tercatat Rp 16,1 triliun per pekan.

Baca: Jasa Marga Prediksi 991 Ribu Kendaraan Keluar dari Jakarta saat Nataru

"Tahun lalu, kami targetkan meningkat 8 persen ya, tapi realisasinya 5 persen dengan kebutuhan uang tunai Rp 16,1 triliun per pekan," papar Feri.

Tidak adanya kebijakan yang signifikan membuat pihaknya memprediksi peningkatan kebutuhan uang tunai di akhir tahun ini hanya berada pada kisaran angka 5 persen saja.

"Tahun ini kami targetkan 5 persen dengan kesiapan kas Rp 16,9 triliun, tidak ada kebijakan signifikan yang terjadi pada tahun ini. Kondisi ekonomi akhir tahun ini normal saja," jelas Feri.

Terkait kebutuhan uang tunai diprediksi mengalami lonjakan tertinggi mencapai Rp 17,6 triliun, pasca perayaan Natal yakni pada 26 Desember 2019 hingga awal tahun 1 Januari 2020.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved