Breaking News:

Indosat Selesaikan Transaksi Penjualan 2.100 Menara ke Mitratel

Indosat Ooredoo telah menyelesaikan transaksi 2.100 penjualan menara telekomunikasi ke Mitratel, acara penandatanganan telah dilaksanakan

Istimewa
Tampak pada gambar President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama (kiri) saat berjabat tangan setelah bertukar dokumen penandatanganan dengan Chief Executive Officer Mitratel, Herlan Wijanarko (kanan) di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta (20/12). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Indosat Ooredoo telah menyelesaikan transaksi 2.100 penjualan menara telekomunikasi ke Mitratel, acara penandatanganan telah dilaksanakan Jumat (20/12/2019) di Jakarta.

Hal ini sekaligus menandai penyelesaian transaksi secara keseluruhan dari 3.100 menara milik perusahaan kepada Protelindo dan Mitratel yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Keterangan pers yang diterima Tribunnews menyebutkan, penyelesaian transaksi ini juga mengikuti persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo yang diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal Kamis, 21 November 2019 di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Protelindo dan Mitratel ditetapkan sebagai pemenang tender penjualan 3.100 menara telekomunikasi milik Indosat Ooredoo.

Baca: Rawan Kekeringan, Mitratel Bangun Fasilitas Air Bersih di Sragen

Baca: Telkom Diyakini Masih Tumbuh di Atas Industri Pada 2020

Baca: Indosat Jual 2.100 Menara Telekomunikasi ke Mitratel dan Protelindo Seharga Rp 6,39 Triliun

Acara penandatanganan digelar di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta pada Selasa (15/10/2019) lalu.

Mitratel memenangkan 2.100 menara, sementara Protelindo memenangkan 1.000 menara.

Total nilai transaksinya adalah Rp 6,39 triliun. Pembayaran transaksi akan dilakukan seluruhnya dalam bentuk tunai saat penyelesaian transaksi yang rencananya akan rampung akhir tahun ini.

Namun, proses penyelesaian transaksi akan bergantung pada syarat penutupan pada umumnya transaksi dan persetujuan dari pemenang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada 21 November 2019.

Selanjutnya, perusahaan bernuansa kuning itu akan menyewa kembali menara-menara tersebut selama 10 tahun dari masing-masing pembeli, bersamaan dengan penyelesaian transaksi tersebut.

"Transaksi ini memungkinkan Indosat Ooredoo untuk mempercepat pelaksanaan strategi kami, dan terutama untuk terus meningkatkan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami," ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama.

Direktur Utama Mitratel, Herlan Wijanarko mengatakan, industri menara masih akan tumbuh seiring perkembangan teknologi dan layanan seluler.

"Akuisisi 2.100 menara Indosat Ooredoo ini akan memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel secara signifikan, sekaligus sejalan dengan rencana jangka panjang Perseroan," kata Herlan.

Sementara Direktur Utama & CEO Protelindo, Ferdinandus Aming Santoso mengatakan pihaknya semakin yakin transaksi ini akan memperkuat kemitraan strategis jangka panjang dengan Indosat Ooredoo.

"Penambahan 1.000 tower dan kurang lebih 1.850 tenant akan semakin memperkuat posisi kami sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah tower hampir 20.000 dan jumlah tenant lebih dari 32.000," jelas Ferdinandus.

Berita Populer
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved