Dorong Sektor Pariwisata, Pelindo IV Akan Integrasikan Destinasi dengan Fasilitas Pelabuhan

Banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan Pelindo IV melalui 27 pelabuhan yang dikelolanya di 11 provinsi di Indonesia Timur.

Dorong Sektor Pariwisata, Pelindo IV Akan Integrasikan Destinasi dengan Fasilitas Pelabuhan
HANDOUT
Pelabuhan Makassar di bawah pengelolaan Pelindo IV (Persero). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berupaya merespon permintaan Presiden Jokowi agar semua pihak berbenah bergerak cepat untuk meningkatkan pendapatan devisa dari sektor pariwisata.

Pelindo IV menjalankan peran tersebut dengan menyambungkan destinasi wisata satu dengan destinasi wisata lain antar pulau dengan moda transportasi laut.

Banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan BUMN ini melalui 27 pelabuhan  yang dikelolanya di 11 provinsi di Indonesia Timur seperti Makassar, Ambon, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate dan Jayapura.

"Nantinya, integrasi pelabuhan dan pariwisata akan menciptakan pusat ekonomi baru di kota tersebut. Pusat-pusat perbelanjaan, area wisata, kawasan kuliner dan beberapa fasilitas lainnya akan bertumbuh sebagai multiflier effect datangnya wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara," kata Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang di Makassar, Sabtu (21/12/2019).

Dia mengatakan, kesibukan arus penumpang di Pelabuhan Makassar saata ini sudah seperti airport, karena sudah menggunakan garbarata untuk fasilitas masuk penumpang ke kapal.

Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang
Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang

"Kami membuat fasilitas ini di 5 pelabuhan lain. Nanti tenantnya akan kita pasang Information Tourism Center (ITC) supaya nanti pelabuhan itu seperti airport." ujarnya.

"Di sana akan terpampang informasi pariwisata secara lengkap, termasuk wisata di Sulawesi. Selain itu, informasi ekspor-impor juga akan kita tampilkan di pelabuhan," jelasya.

Saat ini ada beberapa kapal kruiser bersandar di pelabuhan Pelindo IV.

Namun dari 2.500 penumpang yang ada, hanya 700 orang yang turun. Itupun hanya sekitar delapan jam.

"Bagaimana ekonomi pariwisata akan tumbuh jika kapal baru datang kemudian pulang. Mereka tahunya hanya tempat wisata tertentu tetapi tidak mengetahui paket wisata yang lengkap," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved