Breaking News:

Pemerintah Disarankan Gertak Uni Eropa Lewat Pembatalan Kontrak Penbelian 313 Pesawat Airbus

Hipmi mendesak agar pemerintah Indonesia membatalkan rencana pembelian 313 pesawat komersial Airbus dari Prancis.

TRIBUN/DANY PERMANA
Pesawat Airbus A330-900 Neo Garuda Indonesia di hanggar 2 GMF Aero Asia Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Rabu (27/11/2019). 

Laporan Reporter Kontan, Lidya Yuniartha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bisa saja membatalkan pembelian 313 pesawat komersial dari Prancis untuk menggertak Uni Eropa yang mendiskriminasi kelapa sawit Indonesia. 

Untuk itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah Indonesia menggertak Uni Eropa terhadap perang dagang yang mereka kobarkan atas minyak kelapa sawit Indonesia.

Hipmi mendesak agar pemerintah Indonesia membatalkan rencana pembelian pesawat Airbus dari Prancis sebanyak 313 unit.

Hipmi menilai upaya pemerintah Indonesia melayangkan gugatan terhadap Uni Eropa (UE) ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II dan Delegated Regulation yang dikeluarkan UE pada pekan ini melawan Uni Eropa tidaklah cukup.

“Kita usul gertak saja dengan menghentikan pesanan sebanyak 313 Airbus yang kita pesan ke Prancis,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12/2019).

Menurut Mardani, Hipmi melihat, dari pesanan pesawat Airbus yang sebanyak 313 unit, pesanan Citilink sebanyak 25 unit, Garuda 58 unit, dan  Lion Air sebanyak 230 unit.

Baca: Ketua MPR Dukung Gugatan Pemerintah atas Pelarangan Ekspor CPO ke Uni Eropa

Mardani berpendapat, Indonesia telah memesan banyak pesawat Airbus, tetapi Prancis tak berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah diskriminasi CPO di Eropa.

Padahal, menurut Hipmi, Prancis berpengaruh besar di parlemen Eropa mengingat Prancis memiliki kursi terbanyak.

Hipmi menilai, kontribusi pembelian pesawat Indonesia sangat besar dibandingkan ekspor sawit Indonesia ke Eropa. Hipmi memperkirakan pembelian pesawat ke Airbus mencapai US$ 42,8 miliar atau sebesar Rp 599 triliun. 

“Tidak sebanding dengan kontribusi devisa kita ke dia. Meskipun itu realisasinya bertahap,” ujar Mardani.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Untuk menggertak Uni Eropa, pemerintah disarankan batalkan pembelian 313 Airbus 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved