Breaking News:

Cerita Tentang Sibarani Sofian, Arsitek Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Negara Baru

Washington DC dinilai sebagai ibu kota negara terbaik dunia yang penduduknya banyak yang berjalan kaki.

TRIBUNNEWS/REYNAS
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan founder Urban+, Sibarani Sofian. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Urban+ tampil menjadi pemenang sayembara desain ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Founder Urban+, Sibarani Sofian mengatakan, pihaknya tidak bekerja seorang diri dalam membuat rancangan atau gagasan denah dirinya dibantu beberapa kolega dari dalam dan luar negeri.

“Saya kan dulu sekolah di luar. Jadi banyak rekanan saya yang bisa kami minta bantuan. Mereka kasih gagasan ada dari Hongkong, Malaysia, Singapura. Ahli smart city, ahli environment semua kita ajak gabung,” jelasnya usai penetapan pemenang sayembara desain IKN baru di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Sibarani yang mengaku berprofesi sebagai arsitek desain mengatakan, inspirasi dia dapatkan dari berbagai negara yang dinilainya bagus.

Misalnua, ibukota AS, Washington DC yang dinilainya merupakan ibu kota negara terbaik dunia yang penduduknya banyak yang berjalan kaki.

Desain kawasan perkantoran kantor, hunian dan sekolah dapat dijangkau oleh moda transportasi publik.

IKN di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara bukan hanya fokus pada pemerintah, namun kawasan pemukiman tetap akan dibangun agar perekonomian berjalan.

“Meskipun kita sudah susun di pallet banyak bangunan pemerintah, ruang terbuka hijau (RTH) tetap harus mendominasi sekitar 70 persen.”

Baca: ‘Nagara Rimba Nusa’ Jadi Pemenang Pertama Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Menurut Sibarani, ibu kota negara Indonesia memanfaatkan potensi wilayah dengan keberadaan air dan hutan yang melimpah.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan pemindahan ibu kota baru ini tidak hanya menggeser pemerintahan tetapi juga membangun kawasan daerah pusat kegiatan (DPK).

“Pesan dari Pak Presiden (Joko Widodo)kita bukan bikin kota yang hanya bagus tapi harus ada pembeda (diferensiasi),” ujarnya.

“Kondisi dilapangan pasti nanti perlu perbaikan tambahan. Kalau dibutuhkan improve kita tambah lagi namun tidak perlu penjurian. Hanya menambahkan yang sudah ada,” kata Basuki lagi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved