Ketum Gekrafs: Dunia Sudah Akui, Selayaknya Mulai 2020 Ekonomi Kreatif Jadi Prioritas Indonesia

Kawendra Lukistian, menyatakan bahwa memang kondisi global sedang sangat bagus untuk ekonomi kreatif.

Ketum Gekrafs: Dunia Sudah Akui, Selayaknya Mulai 2020 Ekonomi Kreatif Jadi Prioritas Indonesia
Istimewa
Foto. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia Patut Berbangga karena Sidang Majelis Umum PBB ke-74 pada 19 Desember 2019 lalu di New York, Amerika Serikat. Telah mengadopsi Resolusi tahun internasional ekonomi kreatif 2021 yang diprakarsai oleh Indonesia, secara luas

Resolusi yang bertajuk “International Year on Creative Economy for Sustainable Development 2021” ini mendorong pentingnya ekonomi kreatif dalam mewujudkan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Mengomentari hal itu, Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian, menyatakan bahwa memang kondisi global sedang sangat bagus untuk ekonomi kreatif.

"Kita lihat Tren Global yang positif, sektor industri kreatif ini bertumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2002-2015 dari US$ 208 miliar menjadi US$ 509 miliar atau lebih dari Rp 7 ribu triliun. Sektor bidang jasa ekonomi kreatif juga menjadi penyumbang PDB terbesar sektor perdagangan jasa global dengan 18.9 persen" Ungkap Kawendra.

Kawendra berpendapat mata dunia saat ini sedang tertuju pada sektor ekonomi kreatif, dan ini tidak boleh disia-siakan oleh Indonesia, terlebih gagasan resolusi internasional tahun ekonomi kreatif mendapat dukungan di sidang umum PBB, dan didukung oleh 81 negara serta di adopsi secara luas

"Dengan diadopsinya gagasan Indonesia secara luas, artinya dunia sudah mengakui kita, jadi, sudah selayaknya mulai 2020 ekonomi kreatif harus menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat Indonesia" ujar Ketum Gekrafs yang juga berprofesi sebagai Produser dan pencipta lagu tersebut.

"Dan saya sangat yakin Ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk mendongkrak perekonomian bangsa, asalkan pemerintah bisa mendorong ekosistem ekraf hadir hingga tingkat-tingkat terbawah di negeri ini," pungkas Kawendra.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved