Menteri Teten: Koperasi Harus Hadir di Lingkup Generasi Milenial

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan generasi milenial punya peran strategis menjalankan re-branding koperasi.

Menteri Teten: Koperasi Harus Hadir di Lingkup Generasi Milenial
Ist/Tribunnews.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan generasi milenial punya peran strategis menjalankan re-branding koperasi.

Menurutnya koperasi perlu membantu proses anak-anak penerus bangsa untuk menghasilkan karya hingga menikmati sisa hasil usaha dari karya tersebut.

“Lalu sebagian hasil dari penghasilan tersebut dapat dikumpulkan sebagai iuran yang menjadi modal usaha untuk memproduksi karya berikutnya,” kata Teten saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pejabat eselon I di lingkungan Kemenkop dan UKM, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Koperasi kaum milenial yang dimaksud antara lain koperasi mahasiswa, koperasi komunitas dan Koperasi Pondok Pesantren yang diharapkan menjadi koperasi modern dalam kegiatannya menggunakan teknologi informasi.

Ia mengatakan pemerintah juga akan lebih aktif melakukan pendampingan usaha yang melibatkan koperasi besar sebagai tempat inkubasi.

“Koperasi harus memenuhi kebutuhan cara hidup masyarakat yang terus mengikuti perkembangan teknologi. Koperasi yang berbasis digital harus dapat memberi pelayanan terhadap anggota dengan lebih cepat, lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Baca: Menteri Teten Tunjuk Founder Ritel The Goods Dept Jadi Bos Smesco

Mantan Kepala Staf Presiden ini menganjurkan agar koperasi dapat melakukan modernisasi dengan teknologi tinggi.

"Kegiatan seperti rapat anggota dapat terbantu oleh teknologi. Contohnya mengenai bagaimana swasta sudah banyak yang tidak perlu lagi ngantor," ungkap Teten.

Teten menilai, modernisasi penting supaya koperasi tidak ketinggalan zaman. Meskipun koperasi memegang dasar prinsipnya gotong royong dengan keuntungan yang dinikmati anggota.

Namun akan semakin sedikit yang mau bergabung jika sistemnya ketinggalan jaman dan tidak provitable.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved