Kasus Jiwasraya

Kisruh SBY-Jokowi Soal Jiwasraya Disebut Gara-gara OJK Kurang Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut jadi penyebab kekisruhan dua Presiden di periode berbeda yakni Joko Widodo

Kisruh SBY-Jokowi Soal Jiwasraya Disebut Gara-gara OJK Kurang Pengawasan
KONTAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut jadi penyebab kekisruhan dua Presiden di periode berbeda yakni Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kasus PT Asuransi Jiwasraya.

Hal itu disampaikan oleh Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui akun Twiter miliknya @jansen_jsp yang menilai seharusnya OJK mampu lakukan pengawasan terhadap dana nasabah.

"Karena OJK tidak beres mengawasi uang nasabah yang diputar di saham 'busuk', antar Presiden jadi kisruh. Kerja OJK ini harus direview" ujar Jansen seperti dikutip Senin (30/12/2019).

Jansen lalu mendesak Kejaksaan Agung untuk memeriksa OJK dalam kasus gagal bayar Jiwasraya karena terkesan acuh dalam kasus ini.

Baca: Wakil Ketua DPR Sebut Dua Komisi Minta Audit Jiwasraya

Baca: Dianggap Lalai Soal Jiwasraya, DPR akan Panggil PricewaterhouseCoopers

Baca: Mama, Iam Coming Home Unggahan Ahmad Dhani Jelang Bebas Penjara dan Larangan Ungkit Masalah Jokowi

Menurutnya, kasus ini muncul akibat fungsi pengawasan OJK tidak dilakukan secara benar, sehingga harus diperiksa mulai dari pimpinan hingga bawahannya.

"Pak Jaksa Agung juga harus periksa @ojkindonesia bagian IKBN (Industri Keuangan Non Bank). Mulai dari Kepala Eksekutif sampai Deputinya," kata Jansen.

Adapun, Jansen menambahkan, ada keanehan dari OJK karena sebelumnya menyatakan bahwa persoalan di dalam Jiwasraya merupakan hal biasa pada 2018, padahal tidak.

"Seharusnya, pengawasan terhadap Jiwasraya merupakan tugas dari OJK, bukan Presiden," pungkasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved