Kementerian BUMN Sebut Asabri Masih Mampu Bayar Klaim Nasabah

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan operasional Asabri tak terganggu dengan adanya permasalahan tersebut.

Kementerian BUMN Sebut Asabri Masih Mampu Bayar Klaim Nasabah
Kontan
Kantor dan pelayanan PT ASABRI (Persero) di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( Asabri) tengah dirundung masalah. Portofolio saham milik perusahaan asuransi pelat merah itu dikabarkan anjlok.

Kendati begitu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan operasional Asabri tak terganggu dengan adanya permasalahan tersebut.

“Secara operasional (Asabri) tidak ada masalah, artinya kalau ada klaim (dari nasabah) dia (Asabri) bisa bayar,” ujar Arya, Selasa (13/1/2020).

Baca: BPK: Investigasi Asabri Dilakukan oleh BPKP atas Permintaan Rini Soemarno

Baca: Pansus Jiwasraya Dikhawatirkan Menghambat Pengembalian Dana ke Nasabah

Namun, Arya mengakui bahwa dengan adanya permasalahan ini keuangan Asabri merugi.

“Kalau ada masalah (seperti ini) kita tahu lah posisinya (keuangan Asabri) gimana,” kata Arya.

Asabri sendiri terakhir kali mempublikasikan laporan keuangannya pada 2017 lalu. Dalam laporannya, Asabri menanggung utang sebesar Rp 43,6 triliun atau meningkat hampir 20 persen dari tahun sebelumnya, yakni Rp 36,34 triliun.

Kendati begitu, perusahaan masih mencetak laba bersih sebesar Rp 943,81 miliar. Pendapatan terbesar berasal dari hasil investasi sebesar Rp 3,08 triliun. Adapun pendapatan premi sebesar Rp 1,39 triliun.

Saat ditanyai soal bagaimana kondisi keuangan Asabri pada tahun 2018 dan 2019, Arya belum mengetahuinya secara rinci.

“Kita lagi hitung (laporan keuangan Asabri),” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD sempat mengatakan ada indikasi korupsi di Asabri dengan total nilai kerugian mencapai Rp 10 triliun.

Sebagai informasi, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.

Lalu, saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) yang turun sebesar 92,31 persen ke angka Rp 50. Di saham tersebut, Asabri memiliki kepemilikan saham sebanyak 6,61 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementerian BUMN: Asabri Masih Mampu Bayar Klaim Nasabah"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved