Konsumen Berhak Dapatkan Informasi Transparan tentang Distribusi Produk Pangan

Sistem pangan modern memberi kita kemudahan untuk mendapatkan berbagai produk pangan bahkan ketika iklim tidak memadai.

Konsumen Berhak Dapatkan Informasi Transparan tentang Distribusi Produk Pangan
CBC.CA
Teknologi Blockchain membantu banyak pihak berbeda dalam sebuah rantai pasokan produk pangan untuk mendapatkan rasa saling percaya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tuntutan akan transparansi mengenai asal usul pangan yang kita konsumsi kini semakin meningkat untuk membantu kita mengambil keputusan bijak untuk hidup lebih sehat.

Teknologi dan cara pertanian baru telah menyediakan informasi dan transparansi yang berguna untuk membantu orang membuat pilihan lebih baik.

Sistem pangan global memungkinkan makanan ditanam di mana saja yang memiliki iklim yang tepat, sebelum dipanen, dikemas dan kemudian dikirim.

Sistem pangan modern memberi kita kemudahan untuk mendapatkan berbagai produk pangan bahkan ketika iklim tidak memadai.

Namun, kelemahan dari rantai makanan yang panjang dan berbelit-belit ini dapat mengaburkan dari mana suatu produk berasal sehingga kita mungkin tidak tahu komoditi pangan mana yang sebenarnya dikonsumsi.

Baca: Tokoin dan KuCoin Bangun Kolaborasi Kembangkan Blockchain secara Masif di Indonesia

“Sistem pangan di Indonesia belum jelas peredarannya. Jalurnya sangat panjang. Ada tengkulak, agen-agen kecil, lalu petani. Untuk memetakan perjalanan ini, dibutuhkan teknologi dan blockchain memang diciptakan untuk kasus-kasus seperti ini," ungkap Supervisory Board Asosiasi Blockchain Indonesia & Senior Consulting Partner Blocksphere.id, Pandu Sastrowardoyo.

Baca: Pernyataan Presiden Xi Jin Ping Gairahkan Pasar Aset Kripto Berbasis Blockchain

Dia mengatakan, teknologi Blockchain membantu banyak pihak berbeda dalam sebuah rantai pasokan untuk mendapatkan rasa saling percaya.

Supermarket besar di Belanda, Albert Heijn, mulai mengaplikasikan blockchain untuk menelusuti perjalanan jus yang mereka jual. Dengan menggunakan kode Respon Cepat atau yang lebih dikenal sebagai kode QR, konsumen dapat melihat peta perjalanan jus mereka ke meja sarapan.

Konsumen diajak untuk melihat semua perhentian di sepanjang jalan. Istilahnya, Anda bisa melihat perjalanan dari hulu ke hilir. Idenya sederhana yaitu untuk menggambar hubungan antara sebotol jus dan dari mana asalnya.

Dalam blockchain, data dibundel bersama dalam serangkaian paket yang dikenal sebagai "blok" yang secara digital "dirantai" bersama-sama dan disimpan di banyak komputer sekaligus.

Setiap blok data dienkripsi dengan ketat sehingga tidak dapat diubah oleh siapa pun lebih lanjut di sepanjang proses.

Ketika kita membeli langsung komoditi pangan dari petani, kita dapat datang dan menanyakan apa yang ingin diketahui langsung kepada petani.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved