Malaysia Alihkan Ekspor Minyak Sawit Ke Pakistan Pasca Putusan Boikot India

Pada 2018, Pakistan mengimpor 1,16 juta metrik ton minyak kelapa sawit dari Malaysia

Malaysia Alihkan Ekspor Minyak Sawit Ke Pakistan Pasca Putusan Boikot India
FMT
Tandan buah segar kelapa sawit, bahan baku CPO. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Malaysia kini fokus memperluas perdagangan minyak sawitnya dengan Pakistan, menyusul keputusan baru yang diberlakukan pemerintah India terkait kendali impor minyak kelapa sawit.

"Pakistan merupakan salah satu pembeli minyak dan produk kelapa sawit lokal yang paling menjadi andalan Malaysia," kata Menteri Industri Primer Malaysia Teresa Kok, hari Minggu, saat bertemu Penasihat Pakistan untuk Perdagangan, Tekstil, Industri, Produksi dan Investasi, Abdul Razak Dawood.

Kementerian Industri Primer Malaysia menyatakan, pada 2018, Pakistan mengimpor 1,16 juta metrik ton minyak kelapa sawit dari Malaysia senilai RM 2,97 miliar atau senilai USD 730 juta.

"Sejumlah langkah pun dibahas untuk rencana perluasan pangsa minyak sawit Malaysia di pasar yang sedang tumbuh saat ini," sebut kementerian tersebut.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri India (DGFT) pada pekan lalu telah mengumumkan pembatasan impor minyak kelapa sawit dan minyak kelapa sawit olein yang merupakan bentuk cair minyak kelapa sawit.

Para importir pun kabarnya sekarang diminta untuk mengajukan lisensi.

Dikutip dari laman Arab News, Rabu (15/1/2020), media di India melaporkan bahwa pengumuman itu tidak spesifik ditujukan untuk negara, namun khusus untuk produknya saja.

Kendati demikian, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah 'secara informal' meminta para penyuling dan pedagang minyak kelapa sawit India untuk menjauhi minyak sawit negeri jiran.

Perlu diketahui, India merupakan importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, pada 2018 lalu negara tersebut mengimpor minyak sawit senilai USD 3,8 miliar dari Indonesia serta USD 1,3 miliar dari Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved