Breaking News:

Ekspor Benih Lobster

Akademisi Sebut Data IUCN Tunjukkan Lobster dalam Kategori 'Least Concern'

Dia mengungkapkan istilah “least concern” mencerminkan fakta bahwa risiko kepunahan lobster ini masih relatif rendah untuk saat ini.

Warta Kota/Banu Adikara
Benih lobster. 

TRIBUNNEWS.COM - Hamzah Zaelani Mar'ie, akademisi bidang pertahanan yang saat ini sedang mendalami soal lobster, menyoroti wacana pembukaan keran ekspor benih lobster yang menuai pro dan kontra di publik.

Dia memaparkan data dari lembaga konservasi dunia berpusat di Inggris bernama The International Union for Conservacy Nature (IUCN), yang merilis daftar merah dari spesies terancam (IUCN red List Threatened).

Menurut dia, mengacu pada daftar merah IUCN itu disimpulkan 22.413 spesies berada dalam kondisi terancam punah dari 76.199 spesies yang diteliti kondisi di alam.

Di daftar itu, tidak disebutkan lobster termasuk di dalamnya.

"Spesies lobster dinyatakan masih dalam kategori "risiko rendah" (least concern: bahasa Inggris)," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

Dia menjelaskan suatu spesies dinyatakan “least concern” apabila suatu ekosistem yang telah dievaluasi berdasarkan kriteria-kriteria risiko kepunahan, diperoleh hasil tidak memenuhi salah satu syarat sebagai kategori kritis (Critically Endangered), genting (Endangered), rentan (Vulnerable), maupun hampir terancam (Near Threatened).

"Tingkatan taksonomi yang luas, dan berlimpah termasuk dalam kategori ini," ujarnya.

Secara teori, kata Hamzah, semua ekosistem memiliki risiko kolap, seperti halnya semua spesies menghadapi risiko kepunahan.

Dia mengungkapkan istilah “least concern” mencerminkan fakta bahwa risiko kepunahan lobster ini masih relatif rendah untuk saat ini.

"Dalam praktik, kategori ini dicadangkan untuk ekosistem yang secara jelas tidak memenuhi kriteria kuantitatif (penurunan distribusi, distribusi terbatas, degradasi kondisi lingkungan atau gangguan proses biotik dan interaksinya)," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved