Kagama Inkubasi Bisnis Seri VII Bahas Seputar 'Brand Vital Sign'

pemilik bisnis harus aware terhadap tanda-tanda kuat atau lemahnya brand. Sebab brand vital sign akan menjadi pijakan dasar

HandOut/Kagama
Peserta Kagama Inkubasi Bisnis (KIB) bertema ‘Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit' di Rumah Kagama, Palmerah Utara, Jakarta Barat, Sabtu (25/01/2020). 

“Contoh dalam aspek experience, orang kalau baru buka warung bersedia menjadi kasir dan melayani pelanggan, namun ketika sudah punya tiga warung umumnya malas melayani pelanggan secara langsung. Padahal pelanggan itu senang ketika bertemu langsung dengan pemilik warung,” kata Silih


Contoh lain dalam aspek karakter, pabrik mobil itu menyadari bahwa cat mobil warna putih ongkos produksinya lebih murah ketimbang warna lain.

Tapi mobil warna putih tidak begitu laku di pasaran karena identik dengan warna ambulan.

Apa yang dilakukan produsen mobil? Mereka menemui pemilik dealer mobil, meminta tidak menjual ambulan dengan warna putih dengan memberikan insentif (misal potongan harga) kepada konsumen.

“Akibatnya mobil warna putih tidak lagi identik dengan warna ambulan. Konsumen mulai meminati mobil warna putih. Ini memberikan dampak positif berupa peningkatan angka penjualan mobil warna putih yang ongkos produksinya lebih murah,’’ lanjut Silih.

Silih menegaskan aspek lain yang tidak kalah penting adalah soal unblocking consciousness.

Brand dapat berpengaruh efektif apabila pemilik brand mampu membuka pemikiran konsumen.

Misal orang umumnya tidak merasa aman berlama-lama di SPBU.

Akibatnya restoran di area SPBU tidak ramai. Untuk itu konsumen harus dibuka pemikirannya bahwa SPBU itu aman. Contoh lain balap mobil seperti F1 identik dengan suara bising.

Ketika suara bisingnya berkurang maka F1 kurang diminati. Hal inilah yang perlu dicermati dalam penyelenggaraan balap mobil Formula E. 



Halaman
1234
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved