Menteri KKP: Larangan Nangkap Benih Lobster Sengsarakan Nelayan

Sucipto, nelayan tradisional asal Banyuwangi mengaku penerapan Permen larangan menangkap lobster berdampak buruk bagi kesejahteraan nelayan.

HANDOUT
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan kebijakan KKP seperti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) yang akan diterbitkan harus berdasarkan riset dan kajian ilmiah.

Sebelum diluncurkan ke publik, draft kebijakan perlu diserahkan ke Menteri Koordinator dan Presiden lebih dulu.

“Intinya, semua yang kami keluarkan harus berdasakan hasil riset dan kajian, bukan kepentingan satu dua orang saja,” ujar Edhy di acara konsultasi publik perdana di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Salah satu diskusi yang disampaikan adalah tentang larangan penangkapan benih lobster (benih) sesuai Permen KP No.56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.

Baca: 5.000 Wisatawan Cina Terdampar di Bali Akibat Penghentian Sementara Penerbangan ke Tiongkok

Rata-rata petani nelayan meminta permen tersebut dicabut, karena selain mematikan pecaharian nelayan, juga jadi ajang pungli.

Baca: Tembus 10.000 Tweets Lebih, Bubarkan OJK Masuk Trending Topic di Twitter

Sucipto, nelayan tradisional asal Banyuwangi mengaku penerapan Permen larangan menangkap lobster berdampak buruk bagi kesejahteraan nelayan.

Edhy Prabowo f-1203
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

"Saya ingin menyampaikan, sejak adanya larangan menangkap benih lobster, sangat menyengsarakan nelayan. Ada 1.000 lebih nelayan tradisional di Bayuwangi yang kehilangan mata pencarian," ujar Sucipto. Berdasarkan data di KKP, benih lobster di perairan Indonesia sangat melimpah, jumlahnya mencapai sekitar 12,35 miliar benih per tahun.

Baca: Sri Mulyani Menyentil Lagi: Banyak Kebijakan Strategis Tak Libatkan Perempuan, Picu Gejolak Ekonomi

Wakil ketua Bidang Riset dan Pengembangan Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2 KKP), Bayu Priambodo mengaku potensi hidup benih lobster di alam sangat kecil, yakni 1:10.000.

Artinya, dari 10.000 benih yang punya potensi hidup hingga besar adalah satu ekor saja.

"Begitu induk-induk lobster menetaskan telur di laut, dia dititipkan pada mekanisme alam, mekanisme arus, dan mekanisme alam regional," aku Bayu.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved