Breaking News:

Virus Corona

Impor Hortikultura dari Tiongkok Ditangguhkan, Industri Kuliner Maksimalkan Produk Lokal

pasokan hortikultra dalam negeri masih dapat memenuhi keberlangsungan bisnis industri kuliner.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penangguhan impor produk hortikultura dari Tiongkok membuat industri kuliner mengambil langkah antisipasi ke produk lokal.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menangguhkan penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Tiongkok untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona.

Ketua Asosiasi Culinary Professional (ACP) Stefu Santosa menyatakan akan melepas ketergantungan dengan Tiongkok jika kebutuhan produk hortikultura tidak lagi memadai akibat dampak virus corona.

Baca: KBRI Singapura Belum Bisa Temui WNI yang Positif Corona

Baca: Viral Video Sikap Manis Pangeran Harry kepada Meghan Markle, dari Rapikan Rambut hingga Bersandar

“Kalau sampai berdampak (kebutuhan hortikultura) kita harus bisa mencari substitusi dari produk lokal,” urai Chef Stefu saat dikonfirmasi Tribunnews, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, pasokan hortikultra dalam negeri masih dapat memenuhi keberlangsungan bisnis industri kuliner.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia terus meningkatkan upaya antisipasi terhadap penyebaran novel corona virus (2019-nCoV).

Kementerian Pertanian melakukan pemeriksaan yang lebih intensif terhadap produk hortikuktura.

Mitigasi dilakukan di gerbang-gerbang masuk produk pertanian, terutama dari RRT dan negara-negara dengan kasus positif virus 2019-nCoV.

“Menteri Pertanian sudah memberikan arahan kepada Badan Karantina Pertanian untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif, terutama di tempat pemasukan impor. Langkah ini penting dilakukan untuk memastikan wilayah kita tetap terbebas dari virus corona,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, Rabu (5/2/2020).

Meskipun hingga kini belum ditemukan kasus penularan virus 2019-nCoV melalui barang, pemeriksaan terhadap produk pertanian asal RRT akan tetap diperketat.

“Langkah antisipasi penting untuk dilakukan sehingga masyarakat merasa aman untuk mengonsumsi produk pertanian yang beredar di pasaran,” tegas Kuntoro.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved