Pagi-Pagi Ketua KPK Datangi Gedung Kemenhub, Ada Apa?

Menhub mengatakan, ada 12 subsektor di kementeriannya menyatakan berkomitmen menciptakan wilayah bebas korupsi.

Pagi-Pagi Ketua KPK Datangi Gedung Kemenhub, Ada Apa?
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Ketua KPK Firl Bahuri dan Menhub Budi Karya Sumadi di kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambangi kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Firli tiba di Kemenhub pukul 08.15 WIB.

Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Firli akan menyaksikan penandatangan komitmen Kemenhub menciptakan wilayah bebas korupsi.

"Hari ini saya hadiri kegiatan pencanangan komitmen pembentukan zona integritas yang dilaksanakan Kemenhub. Zona integrasi penting sasarannya adalah Kemenhub itu menjadi wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih dalam melayani masyarakat," kata Firli.

Firli menampik kehadirannya itu sebagai bagian dari safari ke sejumlah instansi pemerintahan.

Baca: DPR: Banderol Mobil Listrik di Atas Rp 500 Juta Itu Kemahalan

Sebelumnya, mantan ajudan Wakil Presiden periode 2009-2014 Boediono itu menyambangi kantor Kementerian BUMN hingga Kementerian PUPR.

"Bukan safari. Ini adalah menghadiri kegiatan pencanangan komitmen untuk wujudkan wilayah bebas korupsi," kata dia.

Baca: New Carry Pick Up Versi Lebih Mewah Diperkirakan Akan Tampil di Arena GIICOMVEC

Di kesempatan sama, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, ada 12 subsektor di kementeriannya menyatakan berkomitmen menciptakan wilayah bebas korupsi.

Upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya menguatkan pengawas internal, mengingatkan ASN Kemenhub secara rutin hingga menggunakan teknologi dan menerapkan digitalisasi layanan. 

"Tadi yang disampaikan Pak Menhub, beliau sudah melakukan beberapa hal untuk mewujudkan zona integritas," kata Firli.

Zona dimaksud antara lain, penguatan sistem pengawasan internal, penguatan aparatur pengawas pemerintah.

"Ini menjadi penting kalau saja seluruh inspektur bekerja optimal, melakukan perbaikan, pengajian sistem pelayaanan dan pengadaan barang dan jasa, tentu tak terjadi korupsi," ujarnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved