Pemerintah akan Wajibkan Pengusaha Beri Bonus 5 Kali Gaji untuk Pekerja, Apindo: Ini Agak Bahaya

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi menyebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang mengatur pemberian bonus bagi pekerja terbilang cukup berbahaya.

Pemerintah akan Wajibkan Pengusaha Beri Bonus 5 Kali Gaji untuk Pekerja, Apindo: Ini Agak Bahaya
Lusius Genik
Dalam omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah mewajibkan pengusaha memberikan bonus bagi pekerja yang setidaknya sudah bekerja selama satu tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah mewajibkan pengusaha memberikan bonus bagi pekerja yang setidaknya sudah bekerja selama satu tahun.

Bonus yang diberikan rencananya mencapai lima 5 kali gaji bagi pekerja aktif yang telah mengabdikan diri minimal 12 tahun. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, aturan tersebut hanya berlaku untuk perusahaan-perusahaan dengan ukuran bisnis besar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Sweetener itu berlaku untuk semua pekerja yang resmi, dan itu perusahaan bukan perusahaan kecil. Perusahaan besar,” kata Airlangga seperti yang diberitakan Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Mengetahui hal itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengaku tak sepakat dengan draft rancangan undang-undang tersebut.

"Saya kira tidak," kata Frans saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (13/2/2020) sore.

"Jangan atur macam begitu karena ini masalah bonus, bukan pesangon," sambungnya.

Baca: Serahkan Omnibus Law Cipta Kerja ke DPR, Airlangga: Singkatannya Ciptaker, Jangan Diplesetin

Frans juga mengatakan wacana tersebut terbilang cukup berbahaya.

Menurutnya, persoalan bonus semestinya tidak diatur sedemikian rupa oleh pemerintah.

"Itu Pak Hartato bilang ini bonus tapi kalau secara ketat diatur dalam undang-undang, saya pikir ini agak bahaya," kata Frans.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved