Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up, Qasir Genjot Pertumbuhan 230 Ribu Usahawan Mikro

Keinginan untuk naik kelas bagi usahawan mikro pada dasarnya sangat besar, namun terhambat keterbatasan untuk mencari peluang yang ada.

Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up, Qasir Genjot Pertumbuhan 230 Ribu Usahawan Mikro
net
Ilustrasi laporan keuangan. 

TRIBUNNEWS.COM - Qasir terus mengembangkan ekosistem yang terintegrasi untuk pelaku UMKM di Indonesia.

Salah satunya dengan mengembangkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan rintisan atau fintech yang memiliki keahlian spesifik dalam menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi UMKM di Tanah Air, salah satunya terkait permodalan.

CEO Qasir Michael Williem menyatakan, keinginan untuk naik kelas bagi usahawan mikro pada dasarnya sangat besar, namun terhambat keterbatasan untuk mencari peluang yang ada.

“Pesatnya teknologi kerap membuat usahawan mikro dan kecil gigit jari karena mereka terancam tergerus oleh persaingan. Karenanya, sejak awal didirikan, semangat kami adalah merangkul mereka untuk ikut mengembangkan usaha lewat inovasi digital. Salah satunya membuka akses mereka ke berbagai layanan fintech dan teknologi yang sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi Miqro milik Qasir,” terang Michael.

Baca: Stadion Wibawa Mukti Jadi Sarana Venue Piala Dunia U-20 2021 Segera Diperbaiki

Baca: Classic1 Menyulap Interior Mobil Layaknya Hotel Berjalan

Melalui layanan Miqro, Qasir juga membantu mempercepat proses inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi secara digital.

“Data internal kami menunjukkan bahwa pencatatan yang kurang rapi membuat mereka tidak memenuhi syarat sebagai kreditur. Sehingga mereka sulit menambah modal kerja untuk berkembang,” tutur Michael.

Baca: Pengakuan Otak Pemerasan Bermodus Hubungan Badan: Dapat Ide dari Tayangan Film

Berangkat dari masalah di atas serta semangat memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi usahawan mikro, Qasir menjalin kerjasama dengan fintech Peer to Peer (P2P) Lending seperti Koinworks dan Qazwa.

Uniknya, pendanaan yang difasilitasi Qasir melalui kedua fintech ini bukanlah dalam bentuk dana segar, namun dalam bentuk kredit produktif yaitu pembelian stok barang untuk dijual kembali, yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan.

Besaran ini diukur berdasarkan behaviour belanja tiap pengguna aplikasi, yang datanya sudah terekam dalam sistem Qasir, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hingga saat ini, Qazwa dan Koinworks sudah menyalurkan pendanaan kepada ratusan usahawan Miqro dengan total angka menembus angka milyaran rupiah.

Chief Marketing Officer (CMO) Qasir Rachmat Anggara berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem yang mampu menggenjot lebih banyak usahawan mikro untuk berkembang.

“Hanya dengan rutin berbelanja melalui aplikasi Miqro, usahawan bahkan tidak perlu repot menyiapkan segala macam persyaratan yang rumit untuk mendapat pendanaan ini. Cukup berbekal rekomendasi dari kami berdasarkan catatan pembelanjaan tadi yang jelas validasinya, pihak fintech sudah bisa mencairkan pendanaan ini."

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved