Breaking News:

Persiapan Produksi Mobil Elektrifikasi Mulai 2022, Toyota Latih SDM dari Sekarang

Toyota telah berkomitmen untuk memulai produksi kendaraan elektrik hibrida (HEV) di Indonesia pada 2022.

ist
Menaker Kunjungi Pabrik TMMIN—Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono (kedua kiri), Direktur Nandy Julianto (kedua kanan), Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono (kirii dan Executive GM TMMIN Nyoman Winaya (ketiga kanan) berbincang dengan peserta program pemagangan nasional di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Dalam kunjungannya, Ida Fauziyah meninjau program dan fasilitas vokasi serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diselenggarakan TMMIN untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam pengembangan kualitas SDM melalui fasilitas pemagangan di seluruh lini produksi dan usaha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAToyota telah berkomitmen untuk memulai produksi kendaraan elektrik hibrida (HEV) di Indonesia pada 2022.

Model ini nantinya tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga diekspor ke mancanegara.

Sebelum memulai itu semua, Toyota lebih dulu mengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat program magang dan vokasi yang berlangsung sejak 2017. Sebab menjual mobil elektrifikasi, sama artinya dengan mengubah kebiasaan konsumen.

Baca: Imbas Virus Corona, FIFA Tunda Kunjungan ke Indonesia

Baca: Mencoba Breakup Tours, Aplikasi Traveling Buat yang Ingin Lupakan Mantan

Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, mengatakan, pihaknya memiliki sisa waktu dua tahun untuk menyiapkan segala hal sebelum memproduksi mobil elektrifikasi.

“Pasti behaviour konsumen berubah, untuk itu kami harus bisa menyesuaikan. Singkatnya kami siapkan dulu orangnya, sebelum menyiapkan mobilnya,” ujarnya kepada Kompas.com (8/3/2020).

Bob mengatakan, penjualan mobil elektrifikasi akan mengubah sisi produksi, engineering, supplier, hingga sales. Menurutnya, industri otomotif dari hulu sampai hilir akan berbeda.

Ia mencontohkan, penjualan mobil elektrifikasi dimulai dari salesman. Cara salesman menawarkan mobil harus berubah, sebab kendaraan hibrida mengharuskan biaya awal yang besar, namun dengan biaya pemakaian yang rendah.

“Beli mobil listrik atau hybrid itu mahal di awal, initial cost pasti tinggi, karena DP mungkin standarnya enggak bisa kecil, jadi harus investasi di awal,” ucap Bob.

“Tapi operation cost bakal rendah, bisa tingal 50 persen saja. Karena servis rutin tidak sering, tidak perlu sering isi BBM, dan sebagainya. Kebiasaan orang akan berubah, salesman harus bisa menerangkan ini,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Persiapan Produksi Mobil Elektrifikasi, Toyota Latih SDM dari Sekarang"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved