Jokowi Minta Jajaran Menterinya Tingkatkan Daya Tarik Investasi

Jokowi juga meminta hilirisasi industri di wilayah Timur Indonesia terus ditingkatkan, selain penguatan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM)

Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) terkait strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/3/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menterinya untuk meningkatkan daya tarik investasi.

"Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka lapangan kerja baru, insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan. Terutama yang berkaitan dengan industri padat karya," ujar Presiden.

Baca: Virus Corona dan Dampaknya terhadap Pariwisata Bali: Hotel Sepi, Kontrak Karyawan Tak Diperpanjang

Diketahui, rapat terbatas siang ini membahas mengenai kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal dan rencana kerja pemerintah 2021.

Jokowi juga meminta hilirisasi industri di wilayah Timur Indonesia terus ditingkatkan, selain penguatan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Sehingga bisa naik kelas dan masuk supply chain nasional dan global. Saya minta diberi perhatian khusus pada program KUR Mekaar dan bank wakaf mikro," katanya.

Jokowi juga meminta para menterinya untuk berupaya menurunkan defisit neraca dagang dan Transaksi berjalan.

Baca: Cak Imin Akui Indonesia Masih Bertumpu pada Kekuatan Investasi

Selain itu memberikan prioritas pengembangan industri substitusi impor dan melanjutkan bio energi ke B40 dan B50, serta meningkatkan lifting minyak. 

"Ekonomi harus tumbuh secara berkualitas sehingga kebijakan fiskal 2021 harus bisa beri stimulus, rangsangan, peningkatan daya saing ekonomi nasional, peciptaan nilai tambah dan mendorong pemerataan pembangunan." pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved