Kamis, 7 Mei 2026

Jumat Besok Rupiah Diprediksi Terus Melemah dan Tembus Rp 16.000 Per USD

Rupiah diproyeksikan akan menembus level Rp 16.000 pada perdagangan besok, Jumat 20 Maret 2020.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
WARTA KOTA/henry lopulalan
Aktivitas penukaran uang di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018). 

Laporan Reporter Hikma Dirgantara/Fitri Wulandari/Yanuar Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rupiah diproyeksikan akan menembus level Rp 16.000 pada perdagangan besok, Jumat 20 Maret 2020.

Hari ini, Kamis (19/3/2020) ditutup melemah 4,53% ke level Rp 15.913 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 3,21% ke level Rp 15.712 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal melihat rupiah masih berpotensi melemah dan menembus level Rp 16.000 pada perdagangan besok.

Dia mengatakan, pemangkasan suku bunga oleh BI dinilai tidak akan terlalu berdampak positif dalam mengangkat kinerja rupiah.

Sebagai informasi, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sore tadi mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,5%.

“Upaya BI efeknya tidak akan besar dan terbatas. Berkaca dari Bank Sentral Eropa yang pagi tadi juga beri stimulus besar-besaran namun nyatanya euro tetap terpukul juga,” terang Faisyal ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (19/3/2020).

Namun, Head of Economics and Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja justru melihat upaya BI dirasa sudah cukup bagus.

DOLAR NAIK---Suasana penukaran uang  di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin(8/10/2018). Dolar   sudah menembus  15.299 rupiah per  satu  dolarnya membuat  banyak  orang melepas uang  dolar.  Kalau pun beli  dolar  karena kebutuhan kantor  atupun perjalanan.- Warta Kota/henry lopulalan
Suasana penukaran uang di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin(8/10/2018). 

Menurutnya, saat ini yang perlu diperhatikan adalah respons pasar terhadap upaya stabilisasi rupiah melalui kenaikan frekuensi item deposit, dan efek swap pricing pasca Giro Wajib Minimum (GWM) valas diturunkan.

“Ini kan baru ditetapkan per hari ini, dan baru efektif besok. Jadi bisa kita lihat seberapa banyak kebijakan tersebut bisa menambah suplai dolar AS dari instrumen term deposit valas dan effect swap option,” tutur Enrico.

Faisyal memproyeksikan rupiah besok akan bergerak pada rentang Rp 15.800 - Rp 16.200 per dolar AS. 

Sementara Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menghitung rupiah akan berada pada rentang Rp 15.360-Rp 16.660 per dolar AS.

“Ada kemungkinan bisa menembus Rp 16.000. Hal ini dikarenakan sepertinya investor sedikit merasa insecure, apalagi investor asing. Sehingga membuat likuiditas dolar AS di pasar nilai tukar pun anjlok,” ujar Fikri.

Sinyal Tanda-tanda Pra-Krisis 

Menyikapi tren pelemahan rupiah yang hari ini hingga hampir menyentuh level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS), pengamat menilai ini sebagai sinyal Indonesia sedangmenghadapi fase pra-krisis ekonomi.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara mengakui, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi buruk.

"Tidak bisa ditutupi lagi bahwa kondisi ekonomi semakin memburuk, pelemahan kurs rupiah terhadap dollar yang bergerak dalam tempo yang cepat menjadi indikator pra-krisis ekonomi," ujar Bhima kepada Tribunnews, Kamis (19/3/2020) siang.

Bahkan ia memprediksi akan terjadi krisis ekonomi yang lebih parah dibandingkan tahun 2008.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira (Tribunnews.com / Adiatmaputra Fajar)

"Saya tidak mau menutup-nutupi lagi, bahwa amunisi bank sentral untuk meredam pelemahan rupiah makin terbatas. Hal ini bisa terlihat dari rasio cadangan devisa (cadev) Indonesia yang kecil dibandingkan negara lainnya," kata Bhima.

Menurut data CEIC, perbandingan cadangan devisa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia per 2019 adalah 10,9 persen dan trennya terus mengalami penurunan.

"Sementara Rasio cadev terhadap PDB Malaysia 27,2 persen, Thailand 39,4 persen, dan Filipina 21,7 persen."

"Artinya dibandingkan negara lain di Asean, Indonesia paling kecil amunisi Bank sentral untuk menjaga stabilitas kurs rupiah," kata Bhima Yudhistira.

BI Intervensi Pasar

Bank Indonesia (BI) diketahui terus berada di pasar untuk menahan kemerosotan kurs rupiah terhadap dolar yang terus terjadi sepanjang perdagangan beberapa waktu terakhir.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya mengintervensi pasar valas melalui 3 instrumen, yakni pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan juga pembelian di pasar sekunder.

Perry Warjiyo mengatakan, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sudah mencapai Rp 195 triliun selama tahun 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Komplek BI, Jakarta
Gubernur BI Perry Warjiyo 

"Kami sudah membeli hampir Rp 195 triliun SBN yang dilepas oleh asing. Itu kami lakukan dalam upaya menjaga stabilitas rupiah termasuk juga di pasar spot maupun DNDF," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dia mengungkapkan, cadangan devisa tercatat sebesar 130,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk menjaga stabilitas rupiah.

"Langkah-langkah diambil BI untuk memastikan likuiditas rupiah. Misalnya tahun ini kami sudah menginjeksi likuiditas ke pasar uang dan bank dalam jumlah yang cukup besar," katanya.

Selain menambah likuiditas di perbankan Rp 195 triliun, BI juga telah melakukan repo dengan agunan SBN sekira Rp 53 triliun dan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah Rp 51 triliun.

"Kami akan tambah sekitar Rp 23 triliun per 1 April. Kami juga kendorkan likuiditas valas yaitu dengan penurunan GWM valas sebesar 4 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar," tuturnya

Menurutnya, BI berupaya memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan menjaga kecukupan likuiditas rupiah dan valas.

"Berbagai kebijakan ini merespons dinamikanya Covid-19 tadi, bagaimana pengaruhnya. Dalam jangka pendek mungkin belum terasa, tapi tentu saja kami meyakini dan terus akan siap untuk menempuh langkah lanjutan itu," kata dia.

Sebagian artikel ini tayang di Kontan dengan judul Hampir menyentuh Rp 16.000, begini prediksi pergerakan rupiah untuk Jumat (20/3)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved